Bjorka Bikin Ketar-Ketir, Menkominfo: Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Menkominfo Johny G Plate Konferensi Pers terkait pembentukan tim khusus antisipasi serangan siber di Istana Kepresidenan Jakarta Senin (12/09/22). Tangkapan layar YouTube Sekretarit Presiden

Menyusul bocornya dokumen penting akibat peretasan Hacker Bjorka, Pemerintah Indonesia membentuk tim khusus. Hal ini diketahui setelah digelarnya rapat di Istana Kepresidenan yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin (12/09/22).

Tim khusus ini terdiri dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri, Kominfo dan Badan Intelijen Negara (BIN). Menurut Menteri Komunikasi dan Informatikas Johny G Plate, perlu adanya emergency response team terkait masalah tersebut.

“Perlu adanya emergency response team untuk menjaga data, tata kelola data yang terbaik di Indonesia untuk menjaga kepercayaan publik,” kata Johny di Istana Kepresidenan dikutip Rabu (14/09/22).

Johny mengakui adanya data yang beredar akibat serangan siber. Namun dokumen yang tersebar bukan data yang sifatnya spesifik.

“Setelah ditelaah data-data yang beredar sifatnya umum, bukan data spesifik. Sebagian data lama dan bukan data yang terupdate sekarang,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya Hacker Bjorka, meretas sejumlah situs pemerintah. Bjorka menyebut Muchdi Purwoprandjono sebagai Dalang pembunuhan aktivis HAM Munir juga disebar di internet.

Selain surat-surat rahasia ke Presiden Jokowi, Bjorka mengklaim juga membobol dokumen milik BIN. Namun hal ini langsung dibantah BIN.

“Setelah kami mengecek kebenaran surat rahasia unuk Presiden Jokowi dan dokumen rahasia BIN, hasilnya tidak sama,” ujar Wawan Purwanto Juru Bicara BIN, Sabtu (10/09/22).

Wawan menjelaskan semua dokumen, data dan surat yang tertuju kepada Presiden menggunakan nama samaran. Sehingga peretasan yang diklaim Bjorka tidak benar.

“Data selalu kami samarkan, sehingga saya pastikan bahwa itu tidak betul,” tegasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT