Wakil Wali Kota Mojokerto Genjot Kolaborasi Cek Kesehatan Gratis

Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, saat memberi arahan dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Berhari.com – Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ia meminta seluruh pihak memahami kondisi sosial masyarakat agar layanan kesehatan semakin mudah diakses dan menjangkau lebih banyak warga.

Pesan tersebut disampaikan saat Evaluasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Kamis (29/10). Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur pendidikan untuk mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan.

Dalam arahannya, Rachman menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak cukup bergantung pada pelayanan medis. Kesibukan bekerja, rendahnya kesadaran deteksi dini, keterbatasan akses teknologi, hingga kondisi lingkungan dapat memengaruhi partisipasi masyarakat.

Ia mengajak peserta melihat berbagai kendala berdasarkan pengalaman nyata di lapangan sebelum menentukan langkah perbaikan. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi masyarakat menjadi kunci untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

“Setiap sektor memiliki peran berbeda, tetapi semuanya harus bergerak bersama agar pelayanan kesehatan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa puskesmas berperan memberikan pelayanan medis, sedangkan kelurahan memahami karakter dan kebutuhan warga. Kecamatan memperkuat koordinasi wilayah, sementara institusi pendidikan membantu menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Rachman menilai pendekatan kolaboratif tersebut sejalan dengan konsep collective impact yang diperkenalkan John Kania dan Mark Kramer. Konsep ini menekankan pentingnya kerja sama terarah antarpihak untuk mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.

Upaya tersebut juga mendukung Panca Cita Kota Mojokerto, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola pemerintahan. Karena itu, ia berharap setiap sektor tidak hanya menjalankan tugas masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dalam pelaksanaan CKG.

Melalui forum evaluasi bersama narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru tentang pelayanan berbasis komunitas dan penguatan jejaring kesehatan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan kebijakan sekaligus memperkuat tindak lanjut pemeriksaan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT