Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta aremania menahan diri atas tragedi kanjuruan.
Hal ini ditekankan Menko PMK untuk menghindari ledakan sosial. Sehingga tercipta suasana yang kondusif pasca terjadinya peristiwa yang memilukan tersebut.
“Jangan sampai ada lagi korban yang berjatuhan. Sudah cukup, terlalu mahal nyawa hanya untuk sepakbola,” kata Muhadjir dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Rabu (05/10/22).
Menurut Muhadjir, semua pihak prihatin akan peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pemerintah saat ini fokus penanganan darurat insiden dan korban, baik korban luka dan tewas.
“Yang sakit kita layani sebaik-baiknya dan secepat mungkin dengan biaya gratis. Sedang yang meninggal, keluarganya diberi santunan baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten-kota,” ujarnya seraya menangis.
Hingga saat ini terdata sebanyak 131 korban meninggal dunia dalam peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang, usai pertandingan sepakbola antara Arema versus Persebaya.
Jumlah korban meninggal dunia, 90 diantaranya laki-laki dan 41 perempuan tersebut bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kebanyakan korban berusia 12-24 tahun, satu korban balita berusia 4 tahun.
Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy dan Mensos Tri Rismaharini diketahui memberi santunan kepada 125 ahli waris atas tragedi kanjuruhan pada Senin 3 Oktober 2022. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta dan paket sembako.