Berhari.com – Rem gagal berfungsi, minibus terjun ke jurang sedalam 20 meter di jalur yang menghubungkan Cangar, Kota Batu-Pacet, Mojokerto, Sabtu (14/01/23) sore.
Akibatnya 7 penumpang minibus asal Kabupaten Sidoarjo, alami luka berat. Rata-rata korban menderita patah tulang kaki dan tangan, karena benturan keras.
Ketujuh korban yakni Slamet Santoso (43), Rodijah (49), Iwan Febrianto (43), Sumarni Indayanti (43), Nur Aliyah (48) dan Ahmad Santoso (52).
Saksi mata Andrik Wiyanto (40) mengatakan, di antara korban ada yang terjepit body minibus. Proses evakuasi para korban, berlangsung dramatis.
“Medannya cukup curam, sehingga menyulitkan saat evakusasi. Diangkat ramai-ramai sama warga dan relawan menggunakan tandu,” terangnya.
Menurutnya, peristiwa berawal saat mobil Avansa nopol W 1397 TU melaju dari arah Cangar menuju Pacet. Saat berada di turunan tajam, tiba-tiba minibus melaju tak terkendali.
“Sempat dimasukkan ke rest area oleh sopir. Karena sangat kencang, akhirnya menabrak tumpukan zak sekam jalur penyelamat dan langsung masuk ke jurang,” ujarnya.
Ia menambahkan, beruntung minibus tak sampai terjun ke dasar jurang. Minibus berhenti dalam kondisi terguling, usai tersangkut pohon.
Kapolsek Pacet AKP Amat, menuturkan, peritiswa kecelakaan yang mengakibatkan 7 orang penumpang minibus terluka ini, terjadi pukul 15.30 WIB.
“Sopir tidak bisa kendalikan kemudi saat minibus loss control atau rem blong. Akibatnya langsung masuk ke jurang sedalam 20 meter,” bebernya.
Usai berhasil dievakuasi, seluruh korban langsung dibawa ke RS Sumberglagah, Kecamatan Pacet, Mojokerto, untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk penyebab pasti kecelakaan. Saksi mata juga telah kami periksa untuk dimintai keterangan,” tandasnya.