Berhari.com – Pemkab Mojokerto menerjunkan alat berat untuk membersihkan Sungai Avour Watudakon, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, yang tersumbat enceng gondok, Senin (30/01/23).
Tak hanya rumah, tersumbatnya aliran sungai tersebut juga menyebabkan enam hektar lahan pertanian warga di Desa Tempuran, terendam banjir.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahnwati mengatakan, banjir yang merendam area persawahan dan rumah-rumah warga terjadi usai guyuran hujan deras.
“Hari Sabtu dan Minggu kemarin, intensitas hujannya cukup tinggi. Sehingga Sungai Avour Watudakon, tak mampu menampung debit air hujan,” terangnya.
Menurutnya selain debit air meningkat, tumpukan enceng gondok dan tumbuhan air lainnya menyumbat aliran sungai. Karena tersumbat, air sungai meluap.
“Kita sudah melakukan investigasi. Terjadi permasalahan di Jembatan sungai Desa Tempuran, yang disitu banyak terdapat tumpukan enceng gondok,” ujarnya.
Lebih lanjut Ikfina menjelaskan, sungai avour watudakon yang mengalami pendangkalan, memperparah kondisi banjir yang kerap terjadi usai hujan deras.
Selain menerjunkan alat berat untuk membersihkan enceng gondok, rumah pompa juga difungsikan untuk mengalirkan air ke sungai.
“Alhamdulillah, air yang mengenangi area persawahan dan rumah-rumah warga sudah mulai surut. Pembersihan ini kita upayakan cepat selesai, sehingga aliran sungai kembali normal,” tandasnya.
Sebelum melakukan penanganan darurat banjir, Bupati Ikfina melakukan rapat koordinasi di Balai Desa Tempuran. Selain dinas terkait dan Forkopimca Sooko, rapat koordinasi juga dihadiri pihak BBWS.