Empat Rumah Warga di Mojokerto Terancam Ambruk usai tanah pondasi longsor

Kondisi rumah Susilo (52) menggantung, usai tanah pondasinya longsor diterjang luapan Sungai Sumber Kembar. Foto Lif-berhari.com

Berhari.com – Empat rumah warga di Dusun Sumber Kembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, terancam ambruk. Bibir sungai yang dijadikan pondasi rumah warga longsor, usai diterjang luapan sungai.

Dari empat rumah warga, kondisi paling parah dialami rumah milik Susilo (52). Tanah pondasi terkikis, luapan sungai kembar hingga rumah berlantai dua tersebut menggantung.

Menurut Susilo, bantaran Sungai Sumber Kembar yang menjadi pondasi rumahnya longsor sejak dua hari lalu.  Tebing sungai setinggi kurang lebih tujuh meter, mengalami abrasi.

Saat terjadi longsor, debit air Sungai Sumber Kembar meningkat seiring intensitas hujan yang tinggi. Bahkan, air sungai meluap hingga ke permukiman.

“Airnya cukup deras, sehingga tebing sungai sebelah utara rumah saya, longsor. Karena diterjang luapan air sungai, jadinya seperti ini,” ujar Susilo kepada berhari.com, Kamis (16/03/23).

Kuatir sewaktu-waktu ambruk, Susilo terpaksa mengosongkan rumah miliknya. Seluruh perabotan rumah, juga telah di pindah ke tempat yang aman.

“Ya takut, tiba-tiba rumah saya, ambruk. Istri dan anak-anak, terpaksa mengungsi ke rumah orang tua saya,” terangnya.

Selain mengancam empat rumah warga, akses jembatan penghubung antar desa juga ditutup. Pondasi jembatan dalam kondisi menggantung, sehingga hanya kendaraan roda dua yang melintas.

“Kalau mobil tidak boleh melintas, kan pondasi jembatan sudah menggantung. Sama seperti rumah saya, pondasi jembatan juga ambrol diterjang luapan sungai,” ungkapnya.

Kendaraan roda empat yang  hendak melintas harus memutar arah sejauh 2 kilometer untuk sampai ke tempat tujuan. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, mengatasi permasalahan yang terjadi.   

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT