Berhari.com – Ratusan Warga menyerbu pasar sembako murah yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Sabtu (25/03/23).
Akibatnya terjadi antrean panjang warga, demi mendapatkan berbagai komoditas pangan. Di antaranya beras, minyak goreng subsidi dan telur.
Karena tak ada nomer antrean,warga rela berdesakan dan mengantre lama kuatir tidak kebagian sembako murah. “Ini tadi sudah antre satu jam,” ujar Dina (38) warga Blooto.
Menurutnya, harga sembako yang dijual di Bazar Ramadhan jauh lebih murah, jika dibanding harga di pasar. “Mau beli beras saja, kan murah. kalau beli yang lain, uangnya tidak cukup,” terangnya.
Sebanyak 2 ton beras kualitas medium, dalam Bazar Ramadhan yang digelar di Pasar Rakyat ketidur, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon.
Selain beras, Diskopukmperindag juga menyediakan 14 karton minyak goreng subsidi dan 1 kuintal telur. Beras dijual dengan harga 47 ribu rupiah per zak, berisi 5 Kg beras.
“Untuk minyak goreng subsidi harganya, 13 ribu 500 rupiah per liter. sedangkan telur, 27 ribu rupiah per Kg,” rinci petugas Satgas Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto, di lokasi.
Menghindari aksi borong, petugas membatasi jumlah pembelian yang dilakukan warga. Masing-masing warga hanya bisa membeli 2 zak beras, 2 liter minyak subsidi dan 1 kg telur.
Julianto menjelaskan, Bazar Ramadhan sembako murah digelar selama dua hari di Pasar Ketidur, untuk menstabilkan harga kebutuhan pangan.
“Ya, sekaligus membantu meringankan beban warga di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok,” tandasnya.