Berhari.com – Bulan ramadhan tahun ini, mendatangkan berkah bagi Budi Nurcahyo (37), pengrajin bedug asal Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto.
Setiap hari, Budi sibuk menggarap bedug-bedug yang dipesan konsumen dengan dibantu tiga orang karyawan. Sebagian bedug yang sudah jadi, telah dikirim ke pelanggan.
Sejak dua bulan sebelum ramadhan, menurut Budi, pesanan bedug banyak yang telah masuk. Dan saat ini, tinggal menyelesaikan garapan bedug.
Pesanan bedug pun meningkat dua kali lipat, jika dibanding bulan-bulan sebelum ramadhan. Untuk ramadhan tahun ini, ia bisa menyelesaikan 12 bedug.
“Alhamdulillah ramadhan tahun 2023, pesanan bedug meningkat. Biasanya hanya 4-5 bedug setiap bulan, tapi kali ini bisa 10-12 bedug,” ujarnya kepada berhari.com.
Rata-rata bedug kulit sapi yang dipesan saat ramadhan, kata Budi, biasa dipakai saat malam takbiran. Dan dipesan untuk mengganti bedug di masjid maupun musala yang telah rusak.
Tak hanya dari Mojokerto, bedug buatan Budi banyak diminati pelanggan dari luar daerah. Seperti Jombang, Lamongan, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya.
“Pernah juga kirim ke Jawa Tengah, bahkan ke luar Pulau Jawa. Terakhir kemarin, saya kirim ke Halmahera, Kepulauan Maluku,” terangnya.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, untuk harga satu unit bedug bervariasi sesuai ukuran. Dan dibanderol mulai 7 juta 500 ribu rupiah hingga 85 juta rupiah per unit bedug.
“Kalau bulan ramadhan, biasanya yang paling banyak diminati itu bedug seharga 20-30 juta rupiah,” tandasnya.