Berhari.com – Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, warga Mojokerto mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan lebaran. Seperti kebutuhan akan baju baru yang dipakai saat lebaran.
Usai berbuka puasa, warga berbondong-bondong ke Pasar PKL Benteng Pancasila untuk berburu baju lebaran. Mereka memenuhi pasar baju terbesar di Kota Mojokerto tersebut.
Menurut warga, mereka memilih datang ke Pasar PKL Benteng Pancasila untuk membeli baju baru, karena harga yang murah. Warga membandingkan harga baju baru yang dijual di swalayan maupun toko modern yang jauh lebih mahal.
Selain baju muslim, kebanyakan warga membeli pakaian baru untuk diri sendiri dan anak-anaknya. Mereka memilih lebih awal belanja baju baru, karena kuatir pasar penuh saat mendekati lebaran.
“Beli baju lebaran untuk keluarga. Kaos sama baju koko lengan panjang,” ujar Japriadi (50) kepada berharicom, Selasa (11/04/23) malam.
Tak hanya warga Mojokerto, pembeli yang membanjiri Pasar PKL Benteng Pancasila juga dari Jombang. Mereka datang untuk berburu baju lebaran, karena meski murah tapi baju yang dijual berkualitas.
“Beli baju buat anak. Ini tadi kebetulan ke Mojokerto, jadi sekalian mampir ke Pasar Benteng untuk membeli baju lebaran,” kata Iftita Nurjanah (44) asal Kesamben, Kabupaten Jombang.
Sementara itu, para pedagang baju di Pasar PKL Benteng Pancasila, mengaku, penjualan meningkat hingga 50 persen jika dibanding hari biasa.
Akan tetapi, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka penjualan menurun 5-10 persen.
“Alhamdulillah ramai, tapi tidak seperti tahun lalu. Tahun ini agak menurun, mungkin karena trauma Covid-19. Jadi tidak banyak warga yang datang ke pasar,” terang Nur Aini.
Ia memperkirakan, Pasar PKL Benteng Pancasila akan ramai warga saat tujuh hari sebelum lebaran. “Kalau penuh itu biasanya, saat H minus tiga lebaran,” ungkapnya.