Berhari.com – Seekor sapi hamil sembilan bulan, terperosok lubang bekas sumur sedalam tiga meter di Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin (08/05/23).
Evakuasi sapi seberat tujuh kuintal milik Supi’i (60) berlangsung dramatis. Petugas pemadam kebakaran, sempat mengalami kesulitan saat mengevakuasi sapi dari dasar sumur.
Selain sapi dalam kondisi melingkar di dasar sumur, petugas sulit melakukan evakuasi karena kondisi lubang sumur yang sempit. Sehingga memaksa petugas, mendatangkan alat berat.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto, mengatakan, pihaknya mendatangkan ekskavator untuk membongkar tanah dan membuat jalur evakuasi.
“Kita kesulitan masuk lubang sumur karena sempit, Sehingga kita tidak bisa mengaitkan tali tambang ke tubuh sapi. Kita berkoordinasi dengan pimpinan, lalu didatangkan ekskavator,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.
Butuh waktu hampir tiga jam untuk mengevakuasi sapi dari dasar sumur. Setelah lubang sumur terbuka, petugas dengan dibantu warga langsung menarik sapi dengan menggunakan tali tambang.
“Alhamdulillah, akhirnya sapi berhasil kita evakuasi dalam kondisi selamat, setelah tiga jam proses evakuasi. Meski kondisi sapi lemas, karena lama berada di dasar sumur,” terangnya.
Sementara itu Supi’i, mengungkapkan, tidak biasa sapi miliknya keluar, karena terus diikat di dalam kandang. Dirinya baru mengetahui, jika sapinya terperosok lubang sumur yang lama tak terpakai dari tetangga.
“Biasanya usai subuh, saya datang ke kandang untuk melihat kondisi sapi. Tapi tadi di rumah, tetangga datang memberitahu saya, jika sapi saya kecebur sumur,” katanya.
Lebih lanjut Supi’i menjelaskan, jika sapi miliknya telah hamil sembilan bulan dan diperkirakan dua pekan lagi akan melahirkan. “Agar kejadian tidak terulang, lubang sumur akan ditimbun kembali,” tandasnya.