Berhari.com – Hingga batas akhir perpanjangan waktu pelunasan Biaya Pemberangkatan Ibadah Haji (Bipih), banyak jemaah calon haji yang belum melakukan pembayaran.
Dari total kuota 1387 JCH, diketahui 185 di antaranya tidak melunasi. Sehingga dapat dipastikan, JCH yang tidak melakukan pelunasan gagal berangkat haji tahun ini.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Zainut Tamam, mengatakan kekosongan porsi haji akan diisi kuota cadangan.
Meski begitu, tidak semua JCH yang masuk kuota cadangan bisa langsung berangkat ke tanah suci. Akan tetapi, sesuai dengan urutan porsi dari JCH kuota cadangan.
“Sampai detik ini ada sekitar 200 an jemaah yang belum melunasi biaya pemberangkatan haji. Yang namanya cadangan itu bisa berangkat atau tidak, tergantung nomer urut porsi,” ujar Tamam, kepada berharicom, Jumat (19/05/23).
Sementara itu, banyaknya JCH kuota inti yang tidak melunasi biaya pemberangkatan ibadah haji, menjadi berkah para JCH cadangan.
Mereka mengaku bersyukur bisa mengisi kekurangan porsi haji, sehingga bisa berangkat haji tahun 2023. Seperti Hadi Suyono dan Sumarti, JCH asal Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
“Ya Alhamdulillah akhirnya kami bisa berangkat haji. Karena sudah menunggu selama 11 tahun, sejak mendaftar haji tahun 2011 lalu,” terangnya.
Sebenarnya pasangan suami istri tersebut, berangkat haji tahun 2021 lalu. Namun akibat pandemi, keberangkatan mereka ke tanah suci tertunda.
“Kemarin saya dihubungi pihak Kemenag untuk segera melakukan pelunasan, dan hari ini saya bersama istri mengurus visa haji. Senang banget rasanya, akhirnya bisa berangkat haji,” ungkapnya.