Kongres XXV di Bandung, Lutfil Hakim : PWI Harus Mampu Tegakkan Prinsip Fire-Wall

Lutfil Hakim, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Periode 2021-2026. Dok istimewa

Berhari.com – Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), bakal digelar di Bandung, Jawa Barat pada Senin 25 September 2023. Rencananya Kongres XXV tersebut, akan dibuka Presiden RI Joko Widodo dari Gedung Istana Negara Jakarta.

Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menyebut, jika Kongres XXV merupakan momen penting bagi insan pers di tanah air. Karena dalam kongres akan membahas isu-isu dan tantangan yang semakin komplek di tengah pesatnya kemajuan teknologi.

“Independensi dan keberdayaan pers adalah keniscayaan tuntutan di tengah dinamika penyelenggara negara yang kian menunjukkan wajah carut-marutnya. Pers penting melakukan penyegaran secara struktural dan fundamental pada peran dan fungsinya sebagai alat kontrol nasional,” ujarnya, sabtu (23/09/23).

Menurut Lutfil, PWI sebagai asosiasi jurnalis dapat mengkritisi ketimpangan kebijakan yang tidak pro rakyat. Sehingga kontrol yang dilakukan pers dalam rangka meluruskan jalannya cita-cita luhur bangsa, yakni mewujudkan kehidupan bernegara yang adil tanpa terkecuali.

“Pers harus memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi tanda-tanda kebijakan yang bergeser dari ruh kehidupan rakyat. Pers harus kritis dan berani mengangkat berita atas tendensi praktik koneksi politik antar kekuatan kepentingan,” ucapnya.

Lebih lanjut cak Item, panggilan akrab Lutfil menjelaskan, sesuai amanat UU pers Pasal 3 dan 6, pers bertanggungjawab memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Hal ini, tentunya yang terkait dengan kepentingan umum.

“PWI ke depan harus mampu menjunjung prinsip fire-wall (dinding api), demi tegaknya independensi. Sehingga dapat menciptakan kehidupan pers yang berkualitas, profesional dan berdaya guna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Untuk itu, PWI perlu memperjuangkan terbitnya peraturan yang membatasi kepemilikan saham atas perusahaan pers, seperti kepentingan ekonomi-bisnis maupun politik. Sehingga kepemimpinan ke depan haruslah figur-figur yang memiliki karakter leadership courage.

“Pemimpin harus memiliki kemandirian, kepekaan tinggi dan rasa kesadaran sosial, berwawasan global serta komitmen dalam hal etik dan moral,” tandasnya.  

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT