Berhari.com – Ratusan ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, serbu operasi pasar sembako murah, Selasa (16/10/23). Dengan membawa kupon, setiap warga mendapat jatah 10 kilogram beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Para ibu-ibu rumah tangga ini rela mengantre dan berdesakan, demi mendapat beras seharga 51 ribu rupiah per zak. Menurut mereka, harga beras dalam operasi pasar kali jauh lebih murah jika dibading dengan harga pasar saat ini.
“Ambil beras, bawa kupon dapat 2 zak berisi 10 kilogram beras. Harganya lebih murah daripada yang di pasar,” ujar Lusi Rahmawati (40).
Lusi mengaku, baru kali ini mendapat jatah pengambilan beras SPHP. Dirinya bersyukur bisa mendapat beras medium dengan harga murah, karena harga di pasaran saat ini mencapai 55 ribu hingga 60 ribu rupiah per zak.
“Kemarin saya tahu dari teman, kalau beras seperti ini di pasar harganya 60 ribu rupiah per zak isi 5 kg beras. Ya, sangat membantu keuangan rumah tangga,” ungkapnya.
Karena harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar, kurang dari satu jam sebanyak 2 ton beras habis terjual. Selain beras, dalam operasi pasar kali ini Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto juga menyediakan minyak goreng.
Minyak goreng subsidi pemerintah dijual seharga 13 ribu 500 rupiah per liter. Sedangkan minyak goreng premium kemasan 2 liter, dibanderol 33 ribu rupiah.