Berhari.com – Perahu yang ditumpangi dua nelayan bapak dan anak, terbalik, di Sungai Brantas, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Sabtu (04/05). Akibatnya, satu diantara korban ditemukan tewas, tenggelam.
Gigik Siswanto (28) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh Tim SAR gabungan, setelah tiga jam pencarian. Korban warga Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian perahu terbalik.
Mengetahui anaknya ditemukan tewas, kedua orang tua korban menangis histeris. Mereka tak kuasa menahan kesedihan, setelah melihat kondisi jasad anaknya.
Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Maryoko, mengatakan, korban dan bapaknya, Mustakim (48), mencari ikan pada Jumat malam. Dengan menggunakan perahu kayu, mereka menyusuri Sungai Brantas.
“Mereka berdua berpamitan keluarga untuk mencari ikan setelah Isya. Namun sekira pukul 03.00 WIB, Sabtu dini hari, tiba-tiba perahu mereka terbalik,” terang Kompol Maryoko, di lokasi.
Nahas, diduga korban yang tak mahir berenang seketika hanyut terbawa derasnya arus Sungai Brantas dan tenggelam. Sedangkan Mustakim, selamat, setelah berhasil berenang ke tepi Sungai Brantas.
“Setelah mendapat informasi dari masyarakat, kami datang ke lokasi. Kami bersama Tim SAR langsung melakukan pencarian dan alhamdulillah, korban bisa ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB,” tandasnya.
Guna kepentingan visum, jasad Gigik Siswanto dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Sejumlah peralatan mencari ikan juga diamankan polisi, dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga korban.