Berhari.com – Ikuti aplikasi penunjuk jalan (Google Maps), truk muatan bata ringan, terperosok ke tebing di Jalan Raya Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, namun seluruh muatan tumpah hingga menimbun sumur warga.
Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB. Kejadian berawal saat truk yang dikemudikan Muhammad Yogi (30) asal Surabaya, melaju dari arah selatan ke utara.
Sesampainya di lokasi jalan yang menanjak, tiba-tiba truk mati mesin. Sehingga truk melaju mundur tak terkendali hingga bagian belakang truk terjun ke tebing jalan sedalam 7 meter.
“Muat bata ringan dari Mojosari ke pembeli di Desa Banyulegi. Muatan kurang lebih 10 ton, semuanya tumpah” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (07/10).
Menurut Yogi, dirinya baru kali ini melintas di Jalan Raya Desa Pucuk usai mengikuti aplikasi penunjuk arah yang dikirim pelanggan. Karena di jalur utama ada hajatan warga, sehingga jalan ditutup.
“Ya baru kali ini lewat, setelah mengikuti aplikasi penunjuk jalan. sebenarnya dekat ke tujuan, tapi malah kena musibah seperti ini,” terangnya.
Tak hanya tumpah dan hancur, bata ringan juga menimbun sumur yang merupakan sumber mata air satu-satunya warga desa saat musim kemarau. Praktis, warga sebagian warga desa tak bisa lagi memanfaatkan air sumur.
“Sebagian muatan bata ringan ada yang menutup sumur warga. Kalau air sumur biasanya dimanfaatkan warga untuk minum dan masak, kan sekarang musim kemarau,” ungkap Khamid, salah satu warga di lokasi.