PT EAN Tunda Proses Produksi BBN, Fokus Tangani Pembakaran Gas Metana

PT EAN, produsen BBN di Jalan Raya Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Berhari.com – PT Energi Agro Nusantara (EAN), menunda proses produksi karena munculnya bau menyengat yang disebabkan pembetukan biogas yang tidak sempurna. Produsen Bahan Bakar Nabati (BBN) tersebut, saat ini fokus melakukan flaring (pembakaran) gas metana (CH4).

Penundaan proses produksi ini dilakukan, setelah PT EAN berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto. Berbagai langkah strategis dibahas, untuk menangani bau menyengat yang ditimbulkan dari proses produksi.

Corporate Secretary PT EAN, I Dewa Gede Indra Kusuma Suntaka, mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi asal sumber bau. Faktor utama yang menjadi penyebabnya, adalah proses pembakaran yang tidak maksimal.

“Pembakaran yang tidak sempurna, membuat gas metana (CH4) sulit terbentuk. Sehingga kami saat ini, fokus menanggulangi munculnya bau dengan melakukan pembakaran secara masif,” ujarnya, Kamis (30/01).

Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan flare dengan kapasitas pembakaran 200 Nm3/jam, guna menambah empat unit flare yang sudah ada. Penambahan flare ini sebagai upaya mengoptimalkan atau menyempurnakan pembentukan gas metana.

 “Selasa (28/01) kemarin, kami telah bertemu dengan DLH Kabupaten Mojokerto untuk berkoordinasi. Selain menunda sementara proses produksi, kami juga diminta melaporkan hasil penanganan sumber bau,” ungkapnya.

Langkah PT EAN dalam mengatasi bau menyengat yang ditimbulkan dari proses produksi BBN, merupakan wujud komitmen menjaga kenyamanan lingkungan. Diharapkan, berbagai langkah strategis yang diambil, cepat menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT