Berhari.com – Polres Mojokerto menggelar rapat koordinasi dengan Bulog, menyusul adanya keluhan terkait rendahnya harga jagung di tingkat petani, saat panen raya. Hasilnya, Bulog Cabang Mojokerto siap menyerap jagung petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500/Kg.
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, mengatakan, dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah, pihaknya menyiapkan 32,8 hektar lahan untuk ditanami jagung. Sebagian lahan yakni 17,58 hektar tanaman jagung telah memasuki masa panen dan menghasilkan 103,4 ton jagung pipilan basah senilai Rp580 juta.
Akan tetapi, hasil panen jagung tidak sesuai harapan para petani. Mereka mengeluhkan anjloknya harga jagung yang ditanam sejak 3 bulan lalu, tidak sesuai HPP.
“Kami turun langsung bersama petani saat panen raya jagung di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro. Petani di desa ini banyak yang mengeluhkan, harga jagung yang tidak sesuai HPP sebesar Rp5.500/Kg,” ujar AKBP Ihram, Sabtu (22/02).
Menurutnya, hasil panen jagung petani sebagian dibeli perusahan-perusahaan untuk diolah menjadi benih. Selain itu, jagung juga dibeli perorangan dengan harga dibawah HPP.
“Muncul masalah pasca panen, siapa yang membeli dan dengan harga berapa. Sehingga kami menggelar anev, untuk mencari solusi yang terbaik,” ungkapnya.
Hasil rakor sekaligus anev, lanjut Ihram, Bulog sepakat untuk membeli jagung sesuai HPP. Tak hanya kering, Bulog juga bersedia membeli jagung pipilan basah seharga Rp5.500/kg.
“Kami bersama petani, akan meningkatkan kualitas penanaman jagung guna mendongkrak kuantitas panen,” terangnya.
Sementara itu Kepala Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, memastikan, bakal membeli jagung petani dengan harga Rp5.500, sehingga petani tidak mengalami kerugian. Patokan harga jagung tersebut, sesuai dengan dengan HPP.
“Berdasarkan SK Kepala Bapanas nomor 18 tahun 2025 tentang HPP Jagung di Tingkat Petani, Bulog ditugaskan membeli jagung dari petani seharga Rp5.500/Kg pililan jagung kering dengan kadar air maksimal 14%,” jelasnya.
Kepastian harga jagung sesuai HPP, membuat petani tersenyum. Salah satunya dirasakan, Sudiono, petani jagung asal Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro.
Menurut Sudiono, lahan seluas 1,5 hektar miliknya ditanami jagung jenis jago. Dan diperkirakan hasil panen bisa mencapai 8,5 ton jagung pipilan basah.
“Baru hari ini ada kepastian dari Bulog, kami bisa untung setidaknya Rp2 juta/bulan. Nanti jualnya jagung melalui kapolsek untuk menghubungi Bulog,” paparnya.