Berhari.com – Bulog secara perdana membeli jagung petani sesuai HPP dengan harga Rp5.500/Kg, saat panen raya yang digelar Polres Mojokerto. Untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah, Polres Mojokerto menyediakan 32 hektar lahan.
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, mengatakan, puluhan hektar lahan itu tersebar di 14 kecamatan. Salah satunya lahan seluas 2 hektar yang berada di Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari.
Sejak 3 bulan lalu, lahan yang hampir 10 tahun terbengkalai tersebut, ditanami jagung hibrida bisi 18. Untuk menggarap lahan yang merupakan Tanah Kas Desa (TKD) Menanggal, Polres Mojokerto menggandeng Gapoktan Raharjo.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan panen raya jagung se-Indonesia yang dipusatkan di Madiun. Kami di Kabupaten Mojokerto, juga melakukan hal serupa di 14 kecamatan dan beberapa telah mendahului karena sudah waktunya panen,” kata AKBP Ihram, usai panen jagung, Rabu (26/02).
Ihram menjelaskan, Polres Mojokerto akan memperkuat sinergi dengan instansi terkait untuk meningkatkan hasil panen para petani jagung. Yaitu dengan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto yang akan menyediakan mesin perontok dan blower jagung.
Untuk pasokan pupuk akan dijamin Pupuk Indonesia dengan harga sesuai HET. Sedankan perkiraan hasil panen jagung akan dihitung oleh BPS dan Bulog sebagai pembeli jagung para petani.
“Kami Polri sebegai penggerak, yang melaksanakan kelompok tani untuk tanam dan menikmati hasil panen. Hasil panen akan dipipil, dijemur, kemudian akan dibeli Bulog,” jelasnya.
Kepala Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, menuturkan, hasil panen jagung di Desa Menanggal menjadi pembelian pertama sesuai HPP Rp5.500/Kg. Meski begitu, petani lebih dulu harus melakukan proses dalam mengolah jagung menjadi pipilan kerinng dengan kadar air maksimal 14 persen.
“Pembelian Bulog perdana di sini, setelah diproses estimasi kurang lebih 4-5 hari, kami membeli langsung dari petani. Mulai dari menjemur jagung, lalu diprontok menjadi pipilan dan dijemur lagi, kemudian dikemas dengan karung,” ujarnya.
“HPP berlaku untuk seluruh petani jagung sesuai SK Bapanas nomor 18 tahun 2025 tentang HPP jangung di Tingkat Petani,” imbuhnya.
Komitmen Bulog menyerap jagung petani sesuai HPP ini lahir dari rakor dan anev ketahanan pangan yang diprakarsai Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto. Husin sendiri menyambut baik rencana Kapolres Mojokerto membuat perjanjian kerjasama lintas intansi, untuk meningkatkan hasil panen jagung.
“MoU sinergi semuanga, pupuk dari Pupuk Indonesia, Dinas Pertanian terkait pembinaan petani dan pengolahan lahan, polres penggerak petani, BPS terkait prediksi hasil panen, Bulog yang mengerap. Kami menyambut baik rencana MoU ini,” cetusnya.
Sementara itu Ketua Gapoktan Raharjo, Muhammad Khoirurrohim, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Polres Mojokerto. Hasil panen jagung, juga bakal diserap Bulog dengan harga sesuai HPP Rp5.500/Kg.
“Menurut kami harga segitu sudah lumayan. Setelah panen, akan kami tanami jagung kembali. Pinggir lahan akan dibersihkan, ditanami serai dan jahe untuk mencegah hama tikus,” ungkapnya.