Berhari.com – Bupati Subandi melakukan inspeksi mendadak pada proyek Double Deck Parking RSUD R.T. Notopuro, Jumat (5/12). Selain mengecek progres proyek, sidak ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan konstruksi benar-benar sesuai standar.
Dalam peninjauannya, Subandi memeriksa beberapa titik pembangunan dan menemukan pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi spesifikasi. Mulai dari kualitas pengecoran yang kurang baik, material yang tak sesuai standar, hingga lemahnya pengawasan konsultan.
“Saya melihat hasil di lapangan ini tidak memuaskan. Beton butuh penyangga yang tepat, dan tripleks tidak boleh dipakai berulang. Tapi di sini masih pakai tripleks bekas, banyak cor-coran yang masih mentah,” ujarnya.
Subandi juga menyoroti laporan deviasi pekerjaan yang dinilai tidak sesuai fakta.
“Dilaporkan deviasi -8%. Melihat kondisi yang amburadul seperti ini rasanya tidak mungkin. Di agenda kita tercatat -23% dengan sisa waktu sekitar 15 hari,” tegasnya.
Ia meminta PPK RSUD R.T. Notopuro serta konsultan pengawas untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan pekerjaan mengikuti RAB. Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo siap memberi sanksi tegas bagi kontraktor yang dinilai tidak profesional.
“Kalau tidak selesai, ya blacklist. Harus diberi nilai merah,” katanya.
Bupati Subandi berharap proyek senilai Rp 23 miliar ini dapat rampung tepat waktu dan sesuai standar mutu. Ia menegaskan bahwa fasilitas pendukung pelayanan kesehatan harus aman dan layak agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik dari Pemkab Sidoarjo.
Sementara itu, Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menyampaikan bahwa pembangunan Double Deck Parking sangat dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir.Bangunan dua lantai tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 125 mobil.
“Untuk mengejar target pekerjaan, kontraktor akan menambah 60 pekerja,” ungkapnya.