Berhari.com – Pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto soal keberhasilan swasembada pangan nasional mendapat sambutan positif dari daerah. Klaim tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri panen raya di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1), sekaligus menegaskan peran penting daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan itu dinilai tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah pusat, mulai dari penetapan harga gabah hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani. Pemerintah Kota Mojokerto menjadi salah satu daerah yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian serius terhadap sektor pertanian. Hal itu ia sampaikan saat mengikuti agenda panen raya secara daring dari Demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Jaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon.
Menurut wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu, kebijakan pemerintah pusat telah memberi kepastian dan keuntungan nyata bagi petani di daerah.
“Kami sangat merasakan dampak kebijakan Presiden Prabowo, mulai dari kenaikan HPP gabah, penurunan harga pupuk subsidi, hingga bantuan alsintan modern yang sangat membantu petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah oleh Bulog kini memberikan jaminan harga yang lebih adil. Jika sebelumnya petani kerap bergantung pada tengkulak dengan harga Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, kini harga minimal gabah ditetapkan Rp6.500 per kilogram.
Tak hanya itu, biaya produksi pertanian juga menjadi lebih ringan dengan turunnya harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Di Kota Mojokerto, harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840, ZA dari Rp1.700 menjadi Rp1.360, serta pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.
Pada tahun 2025, Kota Mojokerto juga menerima berbagai bantuan alsintan dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut meliputi dua unit traktor roda dua untuk Kelompok Tani Barokah Wates dan Kelompok Tani Dewi Sri Surodinawan, dua unit traktor crawler, tiga unit traktor roda dua jenis Amberjack, serta satu unit combine harvester yang dikelola oleh koperasi Gapoktan.
Ning Ita berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar swasembada pangan tidak hanya menjadi capaian sesaat, tetapi berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Seluruh bantuan ini akan kami optimalkan untuk mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.