Berhari.com – Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan Program Tebus Ijazah 2026, dengan menyasar 247 siswa dari 98 sekolah. Total dana yang disalurkan mencapai Rp585 juta pada tahun ini dan penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Graha Majatama, Jumat (21/8).
Ijazah menjadi dokumen penting untuk melanjutkan pendidikan, mengikuti pelatihan, mengembangkan keterampilan dan mencari kerja. Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan program ini punya makna besar.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya soal menyelesaikan urusan administrasi sekolah. Program ini membukajalan yang sempat tertutup bagi anak-anak dan menjad bekal penting masa depan para siswa
“Dana program tebusss ijazah ini berasal dari amanah para muzaki melalui BAZNAS. Untuk tahun ini menyasar 247 siswa dengan todal dana mencapai Rp585 juta,” terang Zamroni.
Dari jumlah itu, Rp100 juta berasal dari PERUMDAM Mojopahit Mojokerto yang menjadi bagian dari kolaborasi untuk membantu masyarakat. Program Tebus Ijazah merupakan tindak lanjut gagasan Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.
Menurut Gus Barra, ijazah bukan sekadar dokumen pendidikan, akan tetapi ada perjuangan siswa dan kerja keras orang tua. Ada pula peran guru serta harapan untuk meraih masa depan, sehingga ijazah yang tertahan dapat menghambat langkah seorang anak.
“Saya mengapresiasi atas langkah BAZNAS membantu para siswa. Bantuan ini membuka kembali kesempatan bagi anak-anak dan saya berharap para penerima tidak berhenti setelah menerima ijazah, ungkapnya.
Bupati meminta para siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau mulai mencari peluang kerja. Ia mengingatkan, agar kondisi ekonomi tidak membatasi cita-cita para siswa dalam mengembangkan keterampilan dan memilih jalur usaha.
“Berusa mandiri dan jangan pernah putus asa dalam meraih cita-cita. Dan jika suatu saat nanti berhasil, bantu dan bukakan jalan untuk orang lain,” pesannya.
Program ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, BAZNAS, dan lembaga lainnya. Sinergi tersebut diharapkan berjalan tepat sasaran dan transparan, sehingga dapat membantu lebih banyak warga Kabupaten Mojokerto.
Pengelolaan dana zakat harus tetap amanah dan bertanggung jawab, agar manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat. Melalui Program Tebus Ijazah, zakat hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih dari itu, bantuan tersebut mengembalikan kesempatan dan harapan dari 247 siswa kini memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Mereka dapat melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.