Gawat! Bjorka Retas Surat dan Dokumen Rahasia Presiden Jokowi

Hacker Bjorka klaim retas surat dan dokumen rahasia Presiden Jokowi. Foto Twitter

Peretas sistem keamanan dan pertahanan siber atau hacker beridentitas Bjorka jadi perbincangan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Bjorka mengklaim telah meretas dokumen penting milik Pemerintah Indonesia.

Termasuk surat ke Presiden Jokowi dan Badan Intelijen Negara (BIN). Hacker ini  menyebut telah meretas 1,3 miliar data registrasi SIM Card. Klaim Bjorka itu diunggah salah satu akun Twiter DarkTracer dan menjadi trending topic.

Dalam unggahan itu disebutkan, surat dan dokumen untuk Presiden Indonesia, termasuk yang dikirimkan BIN berlabel rahasia telah bocor. Di situs breached.to  Bjorka menggunggah sejumlah dokumen rahasia yang diklaim milik Presiden Jokowi tahun 2019-2021.

Bjorka mengunggah total 679.180 dokumen berukuran 40 MB dalam kondisi terkompres. Dan juga melampirkan beberapa sampel dokumen dalam unggahannya, seperti surat rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup.

Serta surat permohonan dukungan sarana dan prasarana, dan gladi bersih pelaksanaan Upacara Bendera pada Peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2019.

Atas klaim Bjorka tersebut, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menegaskan tidak ada surat dan dokumen Presiden Jokowi yang diretas. “Tidak ada da isi surat-surat apapun yang kena hack,” kata Heru Sabtu (10/09/22) dikutip dari beritasatu.com.

Meski demikian, Heru mengutuk keras upaya peretasan tersebut karena sudah melanggar hukum. Sehingga penegak hukum harus melakukan tindakan hukum kepada peretas.

“Upaya-upaya meng-hack sudah melanggar hukum. Saya rasa penegak hukum akan melakukan tindakan Hukum,” tegas Heru.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT