Ning Ita & Keberhasilan Memajukan Kota Mojokerto

Ika Puspitasari mengakhiri masa jabatannya sebagai Wali Kota Mojokerto periode 2018-2023. (Foto : Doc)

Berhari – Ika Puspitasari, sosok perempuan bertalenta yang mampu membawa perubahan untuk Kota Mojokerto menjadi lebih kuat, hebat dan melesat. Kota yang dulunya dikenal sebagai Kota Onde-onde, kini menjelma sebagai Kota Pariwisata dan Perdagangan.

Menjabat sebagai wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto sejak Desember 2018 lalu, ia mampu membuktikan dirinya dengan berbagai prestasi penghargaan. Baik penghargaan dalam lingkup regional maupun nasional.

Ada sedikitnya 133 prestasi yang diperoleh Kota Mojokerto sejak 2019 hingga 2023. Dengan rincian, 11 penghargaan pada tahun 2019, 14 penghargaan pada tahun 2020, 24 penghargaan pada tahun 2021, 38 penghargaan pada 2022 dan 46 penghargaan pada tahun 2023.

Dengan tekadnya yang kuat, perempuan kelahiran Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini, mengusung Spirit of Majapahit sebagai bentuk perubahan baru wajah Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Hal ini pun terlihat dari berbagai ornamen Majapahit, yang terhias apik di setiap sudut kota. Mulai dari revitalisasi kantor pemerintahan, pembangunan fasilitas publik, sekolah, area wisata, pasar tradisional dan modern, hingga pembangunan ikon kota. Tugu Tribhuwana Tungga Dewi dan Alun-alun Wiraraja.

Tugu Tribhuwana Tungga Dewi misalnya, merupakan representasi dari Ning Ita sebagai simbol pemimpin perempuan pertama yang mampu membawa kesuksesan untuk Kota Mojokerto, selayaknya kejayaan pada era Majapahit. Hal itu terbukti dengan meningkatnyai kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program.

Pada sektor pendidikan, Ning Ita memiliki sedikitnya lima program. Yakni, biaya pendidikan gratis, perlengkapan sekolah (seragam, buku, tas dan sepatu) gratis, transportasi sekolah gratis, beasiswa satu rumah satu sarjana dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Sedangkan pada sektor ekonomi kreatif, Ning Ita memberikan ramuan pada program pelatihan dan inkubasi untuk melahirkan wirausaha mandiri. Tak sekedar pelatihan dan inkubasi, disini para peserta juga diberikan suntikan modal serta pendampingan secara penuh.

Lain program ekonomi kreatif, lain pula program kesehatan. Pada program kesehatan, Ning Ita memberikan kemudahan pelayanan yang terintegrasi satu sama lainnya. Yang disebut dengan Gayatri, atau Gerbang Layanan Terpadu dan Terintegrasi.

Selain itu, ada 99 orang Prameswari dan 1.621 orang kader motivator yang siap mendampingi warga untuk memberikan kemudahan dalam mengakses kesehatan. Hal ini pun tidak lain untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, sehat dan bebas stunting.

Berkat upaya masif, Kota Mojokerto berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan, dari 9,04 persen di tahun 2019 menjadi 2,26 persen di tahun 2023. Pembangunan SDM yang selama ini menjadi prioritas Ning Ita, tercermin dalam Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat.

Di  tahun 2022, IPM yang terdiri dari indikator pendidikan, kesehatan dan perkekonomian tersebut, berada pada 79,32. Angka itu lebih tinggi dibanding capaian provinsi bahkan nasional.

Mengakhir masa jabatannya pada 9 Desember 2023, Ning Ita mulai berpamitan kepada masyarakat di Bumi Majapahit. Meski telah tak menjabat lagi, namun berbagai program pada sektor sosial, pendidikan hingga ekonomi kreatif akan terus berjalan membawa masyarakat Kota Mojokerto menjadi berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur dan sejahtera. (adv)

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT