Pembangunan Tangga TK di Desa Sawo Dikeluhkan Warga

Pembangunan tanggak TK Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, yang memakan bahu jalan dikeluhkan warga.

Berhari.com – Pembangunan tangga di area Taman Kanak-Kanak (TK) Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, menuai protes dari warga. Pasalnya, tangga yang dibangun mengarah langsung ke jalan utama dan memakan bahu jalan.

Perubahan akses pintu masuk TK yang awalnya menghadap ke Balai Desa, kini dialihkan ke arah jalan raya hingga mengganggu arus kendaraan. Para orang tua yang menjemput anak serta jemaah masjid di sekitar lokasi juga merasa terganggu karena sempitnya ruang parkir.

Tokoh masyarakat Desa Sawo, Sampir Aprianto, mendesak agar tangga tersebut segera dibongkar dan posisi pintu dikembalikan seperti semula. Bersama sejumlah warga desa lainnya, mengancam akan membongkar paksa jika tidak ada tindakan dari pihak desa.

“Keberadaan tangga ini jelas mengganggu kenyamanan warga. Tidak ada sosialisasi sebelumnya, dan pembangunan ini pun kami duga belum mengantongi izin resmi,” tegas Sampir, Rabu (13/08).

Tak hanya itu, warga juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam proyek rehabilitasi TK yang menelan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp 126 juta. Salah satu hal yang dipermasalahkan adalah penunjukan Kepala Dusun (Kadus) sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), yang menurut warga bertentangan dengan aturan.

“Tim TPK-nya itu Kadus, itu kan tidak boleh secara aturan,” tambah Sampir.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang di Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Hendri Surya, membenarkan adanya pembangunan tangga tersebut. Ia memastikan, bahwa pihak Pemerintah Desa Sawo belum pernah mengajukan izin.

“Tidak ada izin ke PU, Mas,” ujar pria yang akrab disapa Abah Hendrik.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sawo, Kholis, belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi untuk dimintai klarifikasi.

Polemik ini menambah daftar panjang persoalan pembangunan desa yang tidak disertai koordinasi dan prosedur perizinan yang sesuai. Warga berharap, aparat terkait segera turun tangan sebelum situasi makin memanas.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT