Berhari.com – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, meresmikan dimulainya revitalisasi Museum Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/9). Pemerintah menyiapkan revitalisasi tersebut di atas lahan seluas 4,8 hektare yang nantinya terintegrasi dengan kawasan museum yang sudah ada.
Revitalisasi Museum Majapahit akan mengintegrasikan gedung museum dengan Pusat Informasi Majapahit. Kawasan yang terintegrasi tersebut diharapkan mampu menampung dan memamerkan lebih dari 88 ribu artefak kuno peninggalan Kerajaan Majapahit.
Fadli Zon mengatakan, pemerintah telah membebaskan lahan sekitar 4,8 hektare untuk mendukung pengembangan kawasan museum. Bersama lahan eksisting seluas 5,4 hektare, kawasan tersebut akan terintegrasi menjadi kompleks seluas sekitar 10 hektare.
“Kita mempunyai 88 ribu artefak, saat ini kebanyakan di gudang dan tidak bisa dipamerkan karena tempatnya tidak ada,” kata Fadli Zon.
Pemerintah telah menetapkan pemenang sayembara desain Museum Majapahit yang mengusung filosofi Surya Majapahit. Fadli Zon menyebut, rancangan tersebut telah mempertimbangkan aspek lingkungan dan pelestarian cagar budaya.
“Filosofi Surya Majapahit sangat diperhitungkan, termasuk agar ramah lingkungan dan ramah cagar budaya,” ujarnya.
Museum yang baru nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pameran artefak peninggalan Majapahit. Pemerintah juga merancang Museum Majapahit sebagai pusat museum sains dan budaya di Indonesia dengan dukungan berbagai fasilitas digital.
Ia mengatakan museum akan menghadirkan berbagai fasilitas, seperti perpustakaan dan ruang pertunjukan, serta teknologi digital untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Pemerintah juga akan menampilkan temuan struktur atau tinggalan arkeologi di kawasan tersebut sebagai bagian dari konsep museum.
“Dengan adanya museum yang lebih besar, makanya bisa kita namakan Museum Agung Majapahit,” ungkapnya.
Revitalisasi Museum Majapahit ditargetkan rampung secara fisik pada akhir 2026. Pemerintah berharap keberadaan puluhan ribu artefak peninggalan Majapahit tersebut tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Pengembangan museum juga diharapkan memperkuat Trowulan sebagai kawasan penting untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan Majapahit. Pemerintah akan memadukan pelestarian peninggalan sejarah dengan fasilitas modern agar masyarakat dapat mengenal warisan Majapahit secara lebih menarik dan mudah dipahami.