Jadi sasaran protes warga, seorang kepala desa di Kecamatan Jombang Kota, Jombang, mengeluhkan validasi data penerima BLT BBM dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pasalnya, banyak warganya yang tidak mendapat bantuan sosial (bansos) penyesuaian harga BBM.
Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi mengatakan, puluhan warga desanya tidak menerima BLT BBM. Meski pihaknya telah melakukan update data penerima bansos, melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara reguler.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendapati sejumlah warga yang sudah meninggal dunia, tapi terdata sebagai penerima BLT BBM. “ini kan aneh, salah sasaran. Padahal kami sudah memasukkan update data terbaru,” kata Erwin kepada wartawan, Sabtu (16/09/22).
Menurutnya, BLT BBM ini bentuk inkonsistensi dari Kementerian Sosial. Saat pembagian sebelumnya, pihaknya diwanti-wanti untuk tidak memberi bantuan sosial kepada PKM yang mendapat BPNT dan PKH.
“Tidak boleh dobel, saat itu kita sangat kebingungan. Sekarang ada pengalihan BLT BBM, Kemensos malah mengalihkan ke KPM penerima PKH dan BPNT,” terangnya.
“Ini kan sangat ironis sekali. Sekarang kuotanya berkurang, banyak warga saya yang tidak mendapatkan bagian. Warga yang dulunya mendapat bansos, sekarang tidak menerima. Mereka protes ke saya,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu keluarga yang kurang beruntung adalah Seroji (60). Ia mengaku tak mengetahui pasti penyebabnya, sehingga tidak mendapat undangan untuk menerima BLT BBM.
Seroji tak sendirian, Puji Astutik (55) mengalami hal serupa. Perempuan penyandang disabilitas tunanetra yang setiap harinya bekerja sebagai tukang pijat ini, juga tak menerima BLT BBM.
“Ya tidak tentu. Kadang Rp30 ribu ada juga yang kasih Rp50 ribu, tergantung orangnya yang kasih. Tidak setiap hari ada yang pijat,” katanya.
Puji mengaku kecewa karena tidak mendapat BLT BBM, di tengah tingginya harga-harga kebutuhan pokok. “Ya sangat terdampak. Kemarin-kemarin dapat, sekarang tidak. Kalau tetangga saya dapat BLT BBM,” ujarnya.
Data Kementerian Sosial mencatat sebanyak 106.990 KPM di Kabupaten Jombang menerima BLT BBM. Penyaluran BLT BBM ini sudah dimulai beberapa hari lalu, melalui kantor pos.
Masing-masing PKM mendapat total bantuan sosial Rp500 dengan rincian BLT BBM sebesar Rp300 selama dua bulan pertama dan bantuan sembako senilai Rp200.