Potensi transaksi sebesar Rp 23,4 miliar berhasil dibukukan Indonesia dalam misi dagang ke Qatar, bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Trasanksi sebesar itu diperoleh dari sejumlah produk seperti kecantikan, hospitality, rempah dan bumbu. Serta produk lainnya yaitu kudapan, makanan olahan, ikan beku, garmen dan kerajainan.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, nilai potensi yang tercatat berpeluang terus bertambah. Hal ini sering dengan berbagai tindaklanjut para pelaku usaha pasca misi dagang.
“Berpotensi untuk terus bertambah. Para pelaku usaha yang telah dipertemukan dalam penjajakan kesepakana misi dagang, masih menindaklanjuti permintaan dari calon mitra,” kata Mendag melalui keterangan tertulisnya dikutip Selasa (11/10/22).
Dalam penjajakan kesepakatan dagang yang dipimpin langsung Mendag Zulkifli Hasan ini dihadiri oleh 11 pelaku usaha dari Indonesia dan 42 pelaku usaha Qatar.
Pada kesempatan yang sama, Mendag Zulkifli Hasan juga membuka Forum Bisnis Indonesia-Qatar. Mendag menjelaskan, bahwasanya perdagangan antara Indonesia dan Qatar harus lebih ditingkatkan.
“Sinergi dan kolaborasi para pelaku usaha kedua negara harus ditingkatkan. Indonesia dan Qatar telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1976 hingga sekarang,” jelasnya.
Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Yang Mulia Amir Sheikh Tamim bin Hamad al Thani, kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata.
Tahun 2022, kata Zulkifli, menjadi tahun menarik bagi kedua negara. Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, sedangkan Indonesia memegang Presidensi G20 untuk pertama kalinya.
“Peluang besar Indonesia untuk menjadi tujuan investasi. Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan para pelaku usaha dalam meningkatkan aktivitas perdagangan kedua negara,” tandasnya.