Minyak Subsidi Langka, Permintaan Minyak Goreng Curah di Agen Meningkat

Permintaan minyak goreng curah di Agen minyak Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Mojokerto, meningkat 20 persen. Para pelaku UMKM, beralih ke minyak curah seiring langkanya minyak bersubsidi. Foto Okrik-berhari.com

Berhari.com – Seiring langkanya minyak bersubsidi di pasaran, permintaan minyak goreng curah mengalami peningkatan di sejumlah agen minyak di Kota Mojokerto.

Salah satunya di agen minyak yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto. Dalam sehari agen ini menghabiskan 1500 hingga 2000 kilogram, minyak goreng curah.

Pemilik agen Santi Kuswardani mengatakan, sudah dua bulan ini Minyakita hilang dari peredaran. Sehingga banyak pelaku UMKM, khususnya pedagang gorengan beralih ke minyak curah.

“Minyakita, sudah lama tidak ada. Yang ada itu minyak kemasan merek lainnya, tapi harganya lebih mahal,” kata Santi, kepada berhari.com, Sabtu (04/02/23).

Karena banyak yang beralih, menurut Santi, permintaan minyak goreng curah meningkat 20 persen. Selain pedagang gorengan, ibu-ibu rumah tangga juga banyak yang memburunya.

Sementara itu para pelaku UMKM mengaku, lebih memilih minyak goreng curah karena harga yang murah. Saat ini minyak goreng curah di tingkat agen, mencapai Rp14.400 per kilogram.

“Sebelumnya saya menggunakan minyak subsidi pemerintah, tapi kan sekarang langka. Ya, saya pakai minyak goreng curah,” kata Afgan Arif Hikmawan (48), pedagang gorengan.

Arif menjelaskan, seharinya ia bisa menghabiskan 26 kilogram minyak goreng curah. Jika memaksa untuk mengunakan minyak kemasan yang harganya mahal, maka dirinya akan rugi.

“Minyak kemasan saat ini mahal. Kira-kira 17 ribu sampai 19 ribu rupiah per-liternya. Kan tidak nutut kalau dibuat menggoreng, malah rugi,” ujarnya.

Dirinya berharap, pemerintah kembali mendistribusikan dan menambah jumlah produksi Minyakita di pasaran. Sehingga tidak ada lagi kelangkaan minyak bersubsidi.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT