Berhari.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, mendeklarasikan Lingkungan Karanglo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Sebagai Kampung Lele, Kamis (16/02/23).
Diresmikannya Lingkungan Karanglo sebagai kampung lele, tak lepas dari keseriusan warga dalam membudidayakan ikan kaya gizi dan rendah kalori tersebut.
Saat ini terdapat 14 warga Karanglo, yang tergabung dalam kelompok budidaya lele. Mereka memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai tempat budidaya lele dengan metode bioflok.
Bioflok merupakan teknik budidaya ikan melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen, dan pemanfaatan mikroorganisme.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan warga Karanglo dengan kelompok budidaya ikan lelenya,” kata Ning Ita Kepada Wartawan di lokasi.
Menurut Ning Ita, budidaya lele dengan media bioflok di Lingkungan Karanglo ini merupakan terobasan baru warga di Kota Mojokerto.
“Saat ini sudah ada 40 bioflok yang dimiliki warga, sebagai tempat membudiayakan ikan lele. Dan ini terus dikembangkan secara masif melalui kelompok budidaya lele,” terangnya.
Dengan ditetapkannya sebagai Kampung Lele, masyarakat yang membutuhkan ikan lele bisa membeli dengan datang langsung ke karanglo.
Budidaya lele di Lingkungan Karanglo, jelas Ning Ita, akan diintegrasikan dengan kelompok budidaya maggot. Sehingga warga yang membudidayakan ikan lele, tak kesulitan memenuhi kebutuhan pakan.
“Maggot tak kalah dengan pakan lele produk pabrikan. Ini merupakan solusi berkelanjutan, karena budidaya maggot dilakukan secara masif di 18 kelurahan, di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Budidaya lele dan maggot yang terintergrasi, dapat memberi manfaat dan saling menguntungkan bagi warga untuk meningkatkan perekonomian mereka.
Sementara itu Ketua Kelompok Budidaya Lele Karanglo, Miharto (62) mengatakan, budiadaya lele dengan metode bioflok ini dimulai 8 bulan lalu.
Karena hasil yang menjanjikan, warga cukup antusias bergabung untuk membudidayakan ikan lele. Dengan metode bioflok, warga bisa mendapat keuntungan tiga kali lipat.
“Dalam satu tahun, kita bisa panen 5 sampai 6 kali. Jika dibanding dengan metode kolam biasa, budidaya lele bioflok lebih menguntungkan,” tandasnya.