Berhari.com – Berbagai komoditas cabai yang dijual pedagang di Pasar Tanjunganyar, Kota Mojokerto, terus melejit, Jumat (24/02/23). Kian melonjaknya harga cabai lokal ini, memicu naiknya harga cabai kering impor yang menyentuh Rp75 ribu per kilogram.
Menurut pedagang, kenaikan harga berbagai komoditas cabai lokal terjadi hampir setiap hari. Saat ini harga cabai rawit dijual Rp60 ribu rupiah per kilogram, dari sebelumnya Rp50 ribu rupiah per kilogram.
Sedangkan cabai merah besar dari sebelumnya Rp24 ribu rupiah per kilogram, kini menjadi Rp30 ribu rupiah per kilogram. Cabai hijau lalapan masih bertengger di harga Rp30 rupiah per kilogram.
“Sejak sepekan terakhir, harga cabai terus naik. Disebabkan minimnya pasokan dari petani, banyak tanaman cabai yang gagal panen,” ujar Ahmad Irawan (33) pedagang cabai.
Terus merangkaknya harga berbagai komoditas cabai tersebut, membuat omzet pedagang turun hingga 50 persen. Karena konsumen, banyak yang mulai mengurangi jumlah pembelian.
Sementara itu, konsumen mengaku keberatan dengan naiknya harga cabai. Terutama para pedagang makanan yang setiap harinya menggunakan cabai sebagai bumbu masak.
Belum lagi harga kebutuhan bumbu dapur lainnya, mulai mengalami kenaikan harga. Meski tidak terlalu signifikan, seperti yang terjadi pada harga cabai.
“Yang pastinya mengeluh. Setiap hari saya menjual makanan dan membutuhan cabai. Kalau naik terus,pengeluaran uang untuk membeli cabai juga bertambah,” ungkap Elok Salfa (36).
Ia menjelaskan, tidak berani menaikan harga makanan yang dijualnya. Karena dirinya kuatir pelanggan tidak kembali, setelah mengetahui harga makanannya naik.
Seiring terus melejitnya harga cabai lokal, memicu harga cabai kering impor dari India yang dijual pedagang di Pasar Tanjunganyar. Cabai kering impor kini dijual Rp75 ribu rupiah per kilogram.