Berhari.com – Seorang pemuda 29 tahun, asal Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, sukses menjadi peternak bebek. Dari persilangan Bebek Peking dan Hibrida, dirinya mampu meraup omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya.
Dengan memanfaatkan aliran sungai di belakang rumahnya, Alfian biasa ia dipanggil, sibuk mengurusi dan mengawasi 2000 ekor bebek. Tak hanya sendiri, pemuda lajang tersebut dibantu oleh ayahnya, Sukodi (69).
Dipilihnya aliran sungai untuk membudidayakan bebek, karena merupakan habitat aslinya. Selain pertumbuhannya lebih baik jika dibanding terus berada di dalam kandang, produksi telur bebek akan melimpah ketika dilepas liarkan.
Menurut Alfian, usaha yang digelutinya saat ini adalah meneruskan bisnis orang tuanya yang dirintis sejak 50 tahun lalu. Terdapat dua jenis bebek yang dibudidayakan oleh Alfian, yakni Bebek Peking dan Hibrida.
“Untuk indukan, saya memilih Bebek Peking sebagai pejantan. Sedangkan betinanya, Bebek Hibrida. Saya pilih kedua jenis bebek itu sebagai indukan, karena lebih produktif,” ujarnya kepada berhari.com, Minggu (25/02/23).
Selain dilepas di sungai dengan memakan makanan alami, Alfian juga memberi ternaknya dedak yang dicampur kupang. Dan ribuan bebek tersebut, akan digiring ke kandang saat siang.
Alfian mengungkapkan, bahwa bukan telur yang dijual, melainkan bibit bebek untuk pedaging. Telur-telur bebek yang dipanen setiap harinya, akan ditetaskan terlebih dulu melalui oven yang dibuatnya sendiri.
“Telur yang dipanen tidak langsung ditaruh oven, tapi dikumpulkan. Setelah terkumpul dan dimasukkan oven, kira-kira 10 sampai 12 hari telur akan menetas,” jelasnya.
Ia sendiri tak kesulitan saat menjual bibit bebek yang ditetaskan, karena telah menjalin kerjasama dengan tengkulak. Bibit bebek yang sudah menetas, langsung dibeli pelanggan dari Lamongan dan Jombang.
“Bibit bebek pedaging dijual seharga Rp8 ribu hingga Rp9 ribu per ekor. Tidak semua bibit bebek diambil pelanggan, tapi disortir dan diambil yang bagus,” terangnya.
Sementara sisa bibit bebek akan dirawat sendiri oleh Alfian. Ketika berumur satu bulan bebek yang siap dipotong akan dijual. “Kira-kira, omzet tiap bulan mencapai Rp25 juta,” tandasnya