Berhari.com – Berawal dari hobi custom motor, David Mardiono (36) sukses menggeluti ukiran logam dengan teknik pahat. Selain pasar lokal, kreasi warga Jatisumber, Kecamatan Trowulan, Mojokerto ini, juga diminati para pecinta motor besar luar negeri.
Berbagai motif ukiran dibuat secara manual oleh bapak dua anak ini, menggunakan palu dan pahat. Komponen blok kop mesin motor, seperti tutup mesin, tutup oli dan tutup pengapian mesin, diukir sesuai pesanan.
Kebanyakan pelanggan dari kreativitas tangan David adalah para pencinta motor custom dan motor besar, khususnya Harley Davidson. Pelanggan meminta David untuk memahat mesin motor mereka, dengan motif ukiran tertentu sebagai identitas.
Tak hanya komponen mesin, David juga mahir memahat aksesoris motor lainnya. Seperti tangki, footstep, spakbor, dan handle rem yang diukir secara manual dengan detail.
David menekuni profesi sebagai pemahat logam, sejak 2017 lalu. Keahlian mengukir perlengkapan motor berbahan logam, diperoleh saat ia bekerja sebagai tukang pahat patung batu di desanya.
“Beda media saja, kalau sulit tidak. Kan, sebelumnya saya bekerja sebagai tukang pahat patung batu,” katanya.
Sebelum dipahat, David lebih dulu mendesain permukaan aksesoris motor sesuai motif ukiran menggunakan bolpoin. Komponen motor yang telah didesain, lalu dipahat berdasarkan pola hingga selesai dan memoles ukiran agar mengkilap.

Berkat kreativitas tangannya itu, para pecinta motor besar memberi apresiasi kepada David. Terutama penggemar motor besar dari negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Belanda serta Amerika.
“Ada juga dari Jepang dan Taiwan. Hasil ukiran saya posting di instagram dan facebook, banyak yang tau dari situ,” ujarnya.
David mengatakan, para penggila motor custom dan motor besar di luar negeri sangat menghargai ukiran yang dipahat secara manual. Selain logo klub motor, pelanggan biasanya memesan ukiran lambang negara serta motif ukiran untuk mempercantik motor.
“Selain sebagai identitas klub motor, ada juga ukiran yang dipesan untuk kontes. Jika dibanding lokal lebih banyak pesanan dari luar negeri. Kalau pesanan lokal itu dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan pernah juga dari kalimantan,” jelasnya.
Butuh waktu sepekan hingga dua bulan untuk menyelesaikan satu motif ukiran, tergantung tingkat kesulitan. Ukuran aksesoris motor yang dipahat juga menentukan lamanya waktu yang dibutuhkan, untuk mengukir setiap pesanan.
“Yang paling lama itu tangki motor, bisa membutuhkan waktu hampir dua bulan. Kalau yang komponen motor seperti tutup pengapian, satu minggu selesai,” terangnya.
Satu item aksesoris yang diukir, ia memasang tarif harga 800 ribu hingga 10 juta rupiah . “Rata-rata dalam satu bulan, bisa meraup omzet 10 juta rupiah,” tandasnya.