Bulan kemerdekaaan jadi berkah tersendiri bagi para perajin bendera merah putih dan umbul-umbul di Mojokerto, Jawa Timur. Seperti apa yang dirasakan oleh Suboko (52), salah satu perajin di Lingkungan Balongsari gang 5, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kamis (04/08/22).
Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77, usaha yang dirintis Suboko sejak 14 tahun silam tersebut kebanjiran pesanan. Tak hanya perseorangan, pesanan bendera merah putih dan umbul-umbul juga datang dari instansi pemerintah dan swasta.
Suboko mengaku kualahan menerima pesanan yang masuk. Tahun ini pesanan bendera merah putih dan umbul-umbul yang dibuatnya naik 50 persen jika dibanding dengan tahun-tahun sebebelumnya, terlebih disaat masa pandemi Covid-19.
“kebanyakan para pelanggan pesan untuk dijahitkan bendera merah putih dan umbul-umbul dengan motif burung garuda. Katanya sih untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan,” terang Subono disela-sela aktifitas melipat bendera usai dijahit.
Dengan dibantu 9 orang karyawan, dalam sehari Suboko bisa menyelesaikan 100 hingga 200 lembar bendera merah putih maupun umbul-umbu berbagai ukuran. Mulai bendera ukuran 20 x 30 centimeter hingga paling besar berukuran 1,80 x 2,70 meter, dan tinggi umbul-umbul 5 meter.
Menurut Suboko harga jual bendera merah putih dan umbul-umbul yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 2 ribu hingga Rp 25o ribu sesuai dengan ukuran. Meski harga bahan baku naik, namun dirinya tak menaikkan harga jual untuk menjaga pelanggan agar tak lari.
“Ya tidak rugi kan sudah diperhitungkan. Kalau sehari bisa dapat Rp 20 juta hingga Rp 30 juta dan saya perkirakan selama Bulan Agustus ini omzet yang didapat bisa mencapai Rp 100 juta,” pungkasnya.