Datangkan Cuan, Sungai Kotor Disulap Warga Balongwono Jadi Tempat Budidaya Ikan

Aliran sungai sepanjang 450 meter di Desa Balongwono Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, disulap jadi tempat budidaya berbagai jenis ikan. Foto Okrik

Berhari.com – Aliran sungai sepanjang 450 meter di Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, disulap menjadi tempat budidaya ikan.

Sepanjang aliran sungai dengan lebar empat meter yang mengelilingi permukiman warga, dipenuhi puluhan keramba berbagai jenis ikan. Seperti Ikan Nila Merah, Patin dan Koi.

Ide kreatif ini berawal, dari keprihatinan warga atas kondisi sungai untuk irigasi sawah yang dipenuhi sampah. Terutama sampah rumah tangga yang kerap menyebabkan banjir, karena menyumbat aliran sungai.

Selain bersih dan bebas dari sampah, dipilihnya aliran sungai karena merupakan habitat asli yang kaya akan nutrisi alami. Kondisi itu mempercepat pertumbuhan ikan, jika dibanding dengan budidaya ikan di kolam.

Koordinator pengembangan budidaya ikan Desa Balongwono, Muhammad Amin, mengatakan, tidak banyak biaya yang dikeluarkan dalam merawat ikan di aliran sungai. Pemilik keramba, memberi makan ikan dua kali sehari dengan pelet, saat pagi dan sore.

“Ya, diberi makan pur, itu saja hasilnya bagus. Kadang-kadang juga diberi kangkung dan eceng gondok yang dipotong-potong sebagai makanan tambahan,” ungkap Amin, Senin (03/04/23).

Agar aliran sungai tidak tercemar, pemilik keramba membersihkan sampah yang tersangkut jaring secara bergantian. sehingga pertumbuhan ikan tidak terhambat.

Pemijahan bibit ikan sebelum dilepas di keramba

Sebelum dilepas ke sungai, menurut Amin, bibit ikan ditaruh ke tempat pemijahan. Pemilik keramba akan menebar bibit, ketika ikan berumur dua minggu.

Budidaya ikan di aliran sungai yang dimulai sejak November 2022 lalu tersebut, kini semakin banyak diminati warga karena hasil yang cukup menggiurkan. Yang Semula hanya tiga, namun kini sudah terdapat 23 keramba ikan.

Dari budidaya ikan ini, pundi-pundi rupiah terus datang dan bisa menambah penghasilan warga yang sebelumnya hanya dari bertani. Warga bisa mendapat keuntungan jutaan rupiah setiap tiga bulan sekali, dari panen Ikan Nila Merah.

“Kemarin ada yang menebar bibit Ikan Nila 25 kilogram, bisa menghasilkan 50 kilogram,” ujarnya.

Karena sangat menjanjikan, rencananya warga akan terus mengembangkan budidaya ikan di aliran sungai. Mereka akan menebar lebih banyak lagi berbagai jenis ikan yang dibudidayakan.

“Kita akan mengembangkan induk ikan sendiri, sehingga tidak lagi membeli bibit. Kita juga menginginkan budidaya ikan di aliran sungai di Desa Balongwono, sebagai tempat wisata edukasi,” tandasnya.  

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT