Berhari.com – Produsen krecek rambak di Dusun Kauman, Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, kebanjiran order. Sejak awal Ramadan hingga saat mendekati lebaran, mereka sibuk memenuhi target pesanan.
Seperti yang dialami, Lukman hakim (43). Ramadan tahun ini, ia terpaksa tidak meliburkan karyawan untuk memproduksi krecek kulit sapi, karena banyak pesanan yang masuk.
Dibanding bulan sebelum Ramadan, terjadi peningkatan penjualan hingga 300 persen. Bahkan dua bulan sebelum puasa, banyak pelanggan yang memesan krecek rambak dan meminta untuk dikirim saat Ramadan.
Menurut Lukman, selain untuk oleh-oleh keluarga dan bingkisan lebaran, krecek rambak juga dipesan sebagai hidangan dalam menjamu tamu saat lebaran.
“Jadi pembeli itu kita kategorikan tahunan, ada yang dari perkantoran dan perusahaan. Biasanya itu untuk bingkisan lebaran. Kalau peningkatan pesanan, kurang lebih 300 persen dibanding bulan sebelum Ramadan,” ujarnya.
Terdapat tiga jenis krecek kulit sapi yang diproduksi, Lukman. Di antaranya krecek tipis, stik dan kotak, yang masing masing dikemas setengah kilogram. Dan dibanderol mulai 80 ribu hingga 90 ribu rupiah per kemasan.
“Harga memang beda, tergantung jenis krecek rambaknya. Tapi kalau rasa tetap sama, kita sangat menjaga kualitas,” terangnya.
Krecek rambak produksi Lukman, dikirim ke distributor di Banyuwangi dan Jember. Tak hanya itu, krecek rambak buatannya, juga banyak diminati pelanggan setia di hampir seluruh wilayah di Jawa Timur.
Sebelum menjadi krecek dan siap untuk dijual, lembaran kulit-kulit sapi dimasak lebih dulu lalu dijemur hingga setengah kering. Setelah itu dipotong dan dijemur hingga kering, lalu digoreng menjadi krecek.
Dusun Kauman, Desa Bangsal, Kecamatan bangsal, Kabupaten Mojokerto, sejak puluhan tahun lalu dikenal menjadi sentra produksi krecek rambak kulit sapi, di Jawa Timur.