Berhari.com – Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, diterjunkan ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Selasa (13/06/23)
Kedatangan Tim Kedokteran Forensik ini untuk melakukan autopsi terhadap jenazah AE (14). Autopsi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian siswi kelas satu SMP 1 Kemlagi itu.
Dari hasil autopsi selama hampir dua jam, Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, menyimpulkan, jika AE meninggal dunia sejak tiga minggu lalu.
“Kondisi jenazah sudah membusuk, lanjut kita temukan tulang dan kita cocokkan DNA. Kalau kematian korban sudah tiga minggu sampai satu bulan,” ujar dr Mustika, Ketua Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.
Menurut Mustika, sejumlah bagian tubuh korban, seperti lengan tangan kanan dan leher juga mengalami luka lebam akibat kekerasan tumpul.
Lebih lanjut Mustika menjelaskan, penyebab kematian AE karena luka yang diderita di bagian leher. Baik leher kanan maupun leher kiri.
“Bisa jadi dicekik, jenazah meninggal karena kekerasan tumpul di leher samping kanan dan kiri. Sesuai dengan luka, menyerupai luka yang disebabkan tangan,” ungkapnya.
Usai autopsi, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, dalam kasus pembunuhan siswi SMP ini pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka. Kedua tersangka merupakan tetangga dan teman dekat korban.
Sebelumnya, pada Senin malam 12 Juni 2023, sesosok jasad perempuan terbungkus karung putih ditemukan di parit persawahan Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Korban diketahui tidak pulang ke rumah sejak 15 Mei 2023, hingga orang tuanya melapor ke Polsek Kemlagi, 17 Mei 2023.
Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh kedua orang tuanya, namun tidak membuahkan hasil. Dan korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa usai dibunuh dua temannya.