Berhari.com – Tak hanya di pasaran, terus melejitnya harga ayam potong juga terjadi di tingkat peternak. Saat ini harga ayam potong di kandang, mencapai 25 ribu rupiah per kilogram.
Kenaikan harga ayam potong ini, diakui para peternak di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Menurut peternak, harga ayam potong sudah terjadi sejak tiga bulan lalu.
Hal ini dipicu mahalnya harga pakan yang mencapai 550 ribu rupiah per zak dari sebelumnya 480 ribu rupiah per zak. Dengan tingginya harga pakan tersebut, maka berdampak dengan naiknya harga ayam di tingkat peternak.
Salah satu peternak ayam, Subendi, mengatakan, harga pakan naik 70 ribu rupiah dari sebelumnya 480 ribu rupiah per zak. Tingginya harga pakan ini, sangat memberatkan para peternak.
“Harga ayam potong di kandang sudah lama naik, setelah lebaran malah terus naik. Ya, karena harga pakan mahal, saat ini 550 ribu rupiah per sak,” kata Subendi, Jumat (07/07/23).
Tak hanya harga pakan, peternak menyebut jika kenaikan harga ayam juga akibat adanya pembatasan bibit dari pemerintah. Sehingga pasokan bibit ayam ke peternak berkurang.
Subendi mengaku, sejak pasokan bibit ayam berkurang ia lebih banyak menganggur dan membiarkan kandang ayam kosong. Karena dirinya baru bisa mengisi kandang, tiga bulan setelah panen.
“Kalau dulu sebelum ada pembatasan bibit ayam, satu minggu usai panen kandang langsung diisi. Tapi saat ini, harus menunggu satu hingga tiga bulan, untuk bisa diisi bibit ayam,” terangnya.
Sementara itu, harga bibit ayam juga dikeluhkan Subendi, karena bibit ayam kini naik 2 ribu rupiah per ekor. Dari sebelumnya 7500 rupiah kini menjadi 9500 rupiah per ekor.
Meski harga bibit naik, namun tak bisa menjamin kondisi ayam usai menetas yang diterima Subendi semua baik. Terkadang ada bibit ayam yang kurang sehat, sehingga menghambat pertumbuhan.
“Kalau saya sih, ingin pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga ayam potong dan menyelesaikan permasalahan ini. Saya berharap, solusi terbaik bagi kami para peternak,” tandasnya.