Berharicom – Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Mojokerto mendapat angin segar perihal pemasaran hasil produksinya. Tak cuma lingkup lokal, namun produk rumahan seperti aneka keripik, alas kaki, hingga kain batik khas Kota Mojokerto berpeluang menjajaki benua Afrika, khususnya Republik Federal Nigeria.
Peluang itu diungkapkan langsung Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Duber LBBP) Republik Indonesia untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap saat audiensi dengan para pelaku IKM di gedung Saba Mandala Madya, Pemkot Mojokerto, Rabu (8/10). Dirinya membeberkan, orang Nigeria lebih suka produk Indonesia, karena dari segi kualitas lebih baik dari negara kompetitor seperti Cina dan India.
“Contoh, saat ada trek expo, rekan saya mengirim alat-alat dapur, ada panci, ember dan sebagainya di kirim ke Nigeria tiga kontainer itu dalam satu hari habis, Cina dan India kalah, karena kualitasnya. Mereka punya dilampar pecah, punya Indonesia kuat,” katanya.
Menurut Hendra, peluang dipasarkannya produk IKM Kota Mojokerto sangat terbuka lebar, apalagi saat ini warga Nigeria sangat menggandrungi bidang tekstil, khususnya batik. Sebab selama ini, Nigeria hanya menghasilkan batik printing, itupun terkendala dengan kualitas bahan yang bagus.
“Sementara ini memang di sana kan, orang tekstil ya. Karena mereka belum memiliki kemampuan untuk membuat bahan tekstil yang bagus. Sehingga kemarin, saat trek expo mereka menginginkan batik tapi versi mereka, artinya batik itu kainnya buatan indonesia kemudian yang membuat orang Indonesia tapi motif yang dibuat itu etnik Afrika,” bebernya.
Untuk bisa bersaing dengan negara-negara industi lain seperti Cina dan India, Hendra mengaku Indonesia punya modal yang kuat dengan Afrika, yakni kepercayaan. Sebab, Indonesia dan Nigeria mempunyai histori hubungan emosial yang kuat yang dibangun sejak 1955.
“Kepercayaan, kualitas dan harga tentunya, karena kalau kita bisa memberikan harga yang bagus tapi marjinalnya terlalu tinggi itu nggak laku juga. Kalau Cina bermain murah tapi kualitasnya nggak bagus, dan mereka (Afrika) sudah nggak mau lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, adanya IKM berhasil mengangkat ekonomi Kota Mojokerto yang sempat terpuruk pasca pandemi covid19. Pada tahun 2020, ekonomi Kota Mojokerto mencapai titik terendah hingga -3,6 persen, namun berkat adanya IKM grafik perekonomian bisa berangsur pulih.
“Saat ini di Kota Mojokerto ada sekitar 566 IKM, diantaranya berupa industri alas kaki, craft, batik, serta makanan dan minuman. Pandemi Covid-19 yang mencapai titik minus 3,5 persen pada tahun 2020, namun saat ini sudah kembali normal di angka 5,6 persen tinggi dari sebelum pandemi,” kata Gaguk.
Target Pemkot Mojokerto saat ini, kata Gaguk, memfasilitasi dan mendorong semua produk IKM Kota Mojokerto masuk pasar internasional. Produk yang bisa ekspor ke Timur Tengah, Eropa dan Asia adalah alas kaki karena menjadi produk andalan dan unggulan Kota Mojokerto.
“Masih ada produk lain yang bagus, yang nanti tanggal 14 November 2023 akan kita ekspor ke Hongkong, Chicago dan Thailand. Yakni makanan ringan. Dengan kehadiran Dubes RI untuk Nigeria bisa menjadi penyemangat dan motivasi IKM, harapannya bisa menembus pasar ekspor. Dibutuhkan saran, arahan dan petunjuk agar IMK Kota Mojokerto bisa menembus pasar ekspor,” pungkasnya. (adv)