Harga Gula Melejit, Pedagang Memperkirakan Karena Permainan Pengusaha

Salah satu karyawan Toko Sembako di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto, saat membungkus gula. Foto Lif

Berhari.com – harga gula di tingkat pengecer, seperti di toko sembako yang berada di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto, terus mengalami kenaikan. Saat ini harga gula dijual dengan 16 ribu 500 rupiah per kilogram.

Harga gula tersebut, naik 3 ribu rupiah per kilogram dari sebelumnya 13 ribu 500 rupiah per kilogram. pemilik toko sembako, Ahmad Fauzi (60), mengatakan, kenaikan harga gula ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

“Sebenarnya sudah lama, kira-kira satu setengah bulan yang lalu. Kalau harga beli saat ini 15 ribu 600 rupiah per kilo sebelumnya 12 ribu 500 rupiah per kilogram. Naiknya cukup drastis, 3 ribu rupiah per kilogram,” ujarnya, Senin (20/1123).

Meski begitu, Fauzi tak mengetahui pasti penyebab naiknya harga gula di pasaran saat ini. Karena sejak harga gula naik, pasokan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan.

“Kalau pasokan gula relatif normal dan lancar, tidak pernah sampai kosong. Saya juga bingung, kenapa harga gula sampai naik,” ungkapnya.

Fauzi memperkirakan, mahalnya harga gula di pasaran saat ini disebabkan permainan dari pengusaha. Mereka ingin meraup keuntungan yang besar dari tingginya harga gula.

“Kalau saya, memang harga gula ini permainan dari orang-orang yang punya gula. Tidak ditahan, tetap didistribusikan tapi harga dinaikkan,” ucapnya.     

Tak hanya gula, harga berbagai komoditas beras juga masih relatif tinggi, meski stok di pasaran melimpah. Saat ini beras kualitas medium dijual 11 ribu 500 rupiah hingga 12 ribu 500 rupiah per kilogram, sedangkan beras premium dijual 13 ribu 500 rupiah per kilogram.

Mahalnya harga gula dan beras ini, dikeluhkan konsumen. Mereka mengaku keberatan dengan tingginya kedua komoditas tersebut, seiring melonjaknya harga-harga kebutuhan pangan lain.

“Ini tadi beli beras 25 kilogram, untuk warung makan. Sebenarnya sih keberatan, tapi bagaimana lagi tetap saja kita beli,” tandas Andre (34), pemilik warung makan di Jalan Residen Pamudji.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT