Berhari.com – Ratusan warga di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, saling berebut untuk mendapat kupon pembelian beras murah, Rabu (28/02). Aksi saling berebut ini dilakukan, karena warga kuatir tak bisa membeli beras seharga 51 ribu rupiah per zak.
Warga yang didominasi ibu-ibu rumah tangga tersebut, rela berdesak-desakan saat mengambil kupon pembelian beras. Bahkan diantaranya ada yang membawa anak balita mereka, saat mengantre pengambilan kupon.
Karena jumlah kupon tak sebanding dengan warga yang datang, diantara pengantre tidak kebagian kupon sebagai syarat membeli beras. Mereka mengaku kecewa, meski telah mengantre sejak pukul 7 pagi tapi tidak mendapat kupon.
“Ya, berdesakan ikut antre tapi tidak kebagian kupon pembelian beras. Rasanya nelongso, kecewa mas, sudah mengantre lama, ujar Waliah, 56 tahun, kepada berharicom.
Dalam operasi pasar kebutuhan pangan murah kali ini, sebanyak 2 ton beras SPHP disediakan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto. Kurang dari satu jam, beras SPHP habis terjual.
Menurut warga, harga beras dalam operasi pasar lebih murah jika dibanding harga pasaran saat ini. Tak hanya murah, beras kualitas medium dan premium juga langka sehingga sulit didapat.
“Jauh lebih murah, selisih 4 ribu rupiah per kilo. Kalau di pasar saat ini harga beras antara 15 hingga 16 ribu rupiah per kilo. Sangat membantu, bagi kami ibu-ibu rumah tangga, ujar Fitria, 47 tahun.
Menghindari aksi borong, petugas membatasi jumlah pembelian beras warga yang masing-masing mendapat 2 zak. Selain beras, dalam operasi kebutuhan pangan murah kali ini juga disediakan telur, bawang merah dan bawang putih.
Telur dijual seharga 27 ribu rupiah per kilo. Sedangkan bawang merah 10 ribu rupiah per 500 gram dan bawang putih dijual seharga 13 ribu rupiah per 500 gram.