Berhari.com – Pabrik Gula Gempolkrep menargetkan produksi gula tahun 2024 sebesar 82.062 ton, dengan rendemen rata-rata 7,72 persen. Target yang dicanangkan tersebut, dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada gula nasional tahun 2035.
Hal ini disampaikan General Manager PG Gempolkrep, Edy Purnowo, saat ngopi bareng bersama para jurnalis yang tergabung dalam PWI Mojokerto. Menurut Edy, tahun ini PG Gempolkrep telah melakukan giling sejak awal Mei.
“Kami menargetkan dari 1.062.930 tebu yang tergiling, bisa menghasilkan gula produksi sebanyak 82.062 ton. Sementara rendemennya sebesar 7,72 persen,” ujarnya, Kamis (12/09).
Untuk mencapai target tersebut, PG Gempolkrep mendapat dukungan lebih dari 1500 petani dan 35 KPTR yang tersebar di berbagai wilayah. Seperti di Kabupaten Mojokerto, Jombang, Lamongan dan Kabupaten Gresik.
Lebih lanjut, Edy menyampaikan, jika PG Gempolkrep selalu berkomitmen membangun kemitraan yang solid dan transparan. Sehingga cita-cita petani untuk menghasilkan produksi gula melimpah dengan harga menguntungkan bisa dinikmati setiap proses giling.
“Sejak tahun 2016, kami telah memiliki alat analisa pendahuluan rendemen tebu yang dikirim petani yaitu Core Sampler. Alat ini merupakan bentuk keterbukaan kemitraan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, PG Gempolkrep juga akan memotivasi seluruh karyawan untuk bekerja maksimal dan terbuka atas proses produksi perusahaan. Dengan kolaborasi yang baik, PG Gempolkrep bisa mendukung pemenuhan gula nasional tahun 2024 sebesar 3,2 juta ton.
Untuk diketahui, sejak tahun 2022 PG Gempolkrep bernaung dibawa PT Sinergi Gula Nusantara, yang dibentuk PTPN Group Holding Perkebunan.