Dibuka Bupati Mojokerto, Operasi Pasar Ramadan Berkah Diserbu Ratusan Warga

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, di tengah kerumunan warga saat operasi pasar kebutuhan pangan murah di Pasar Raya Mojosari.

Berhari.com – Ratusan warga menyerbu operasi pasar kebutuhan pangan murah yang digelar Disperindag Kabupaten Mojokerto, di Pasar Raya Mojosari, Jumat (07/03). Karena lebih murah dari harga pasar, jumlah pembelian warga dibatasi untuk menghindari aksi borong.

Berbagai komoditas pangan disediakan dalam operasi pasar kali ini, seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging ayam ras. Disperindag juga menyediakan komoditas bumbu dapur yang harganya melejit saat ini,misalnya cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.

Beras dengan kualiats medium dijual seharga Rp12.000/Kg, beras premium Rp13.500/Kg, dan beras sawah hijau dijual Rp14.500/Kg. Sementara minyakkita dijual Rp14.500/pack, minyak goreng kita Rp18.000/liter dan minyak fortune kemasan 2 liter dijual Rp37.000.

Gula kemasan 2 Kg dijual Rp37.000, gula gempolkrep dijual Rp14.500/Kg. Sedangkan telur dan  daging ayam ras per kilogramnya, masing-masing dijual seharga Rp24.000 dan Rp29.500.

Komoditas cabai rawit merah dijual Rp40.000/Kg. Untuk bawang merah dan bawang putih, masing-masing dijual Rp35.000/Kg.

Operasi pasar kebutuhan pangan di Pasar Raya Mojosari ini dibuka oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Hadir dalam operasi pasar, Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Endang Tirtana dan Dandim 0815, Letkol Inf Rully Noriza.

Operasi pasar sengaja digelar, untuk menstabilkan harga-harga komoditas pangan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat di Bulan Ramadan. Dengan adanya perasi pasar, dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Ini adalah pasar Ramadan berkah. Saya mengapresiasi, karena dengan adanya operasi pasar Ramadan berkah ini akan menjaga perekonomian, daya jual masyarakat semakin membaik,” ujarnya.

Gus Barra sapaan akrab Bupati Mojokerto, menuturkan, operasi pasar ramadan berkah ini sebagai salah satu upaya Pemkab Mojokerto mengendalikan inflasi. Sekaligus sebagai antisipasi lonjakan harga berbagai kebutuhan pangan, menjelang Idul Fitri.

“Oleh karena itu dalam kesempatan ini, tadi kita sudah jalan-jalan dan mengetahui komoditas apa saja yang dijual. Misalnya saja, tadi ada beras dengan harga yang sangat terjangkau,” tandasnya.

Karena harga jual lebih murah dibanding harga pasar, kurang 1 jam komoditas pangan ludes terjual. Dengan selisih Rp2.000 hingga Rp6.000, rata-rata warga meminati komoditas gula, telur, minyakkita dan cabai rawit untuk dibeli.

Mengantisipasi aksi borong, petugas membatasi jumlah pembelian warga. Eka Susilowati, warga Seduri, Kecamatan Mojosari, mengaku, operasi pasar ini sangat membantu masyarakat di tengah melejitnya harga bahan-bahan pokok di pasar.

“Ini tadi membeli 2 pack minyakkita, harga 1 packnya Rp14.500. Ya, lebih murah yang disini (operasi pasa), kalau di pasar Rp17.000/pack,” ungkapnya.

Rencananya perasi pasar ramadan berkah ini akan terus digelar di pasar-pasar tardisional secara berkala hingga menjelang Idul Fitri. Sehingga diharapkan, harga berbagai komoditas pangan stabil dan bisa menekan inflasi di Kabupaten Mojokerto.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT