Berhari.com – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Nigeria 2019-2025, Usra Hendra Harahap, mengunjungi Kota Mojokerto. Penasehat Indonesia-Africa Business Council (INAFCB) ini mendorong para pelaku UMKM dan IKM Kota Mojokerto untuk melakukan ekspor ke negara-negara di Afrika.
Dalam kesempatan tersebut, Usra Hendra Harahap, datang bersama buyer ekspor Nigeria mengunjungi tiga lokasi di Kota Mojokerto. Yakni Pusat Grosir Sepatu (PGS) di Kecamatan Kranggan, Sentra Industri Kecil Menegah (IKM) Alas Kaki di Kecamatan Prajurit Kulon dan Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra di Kecamatan Magersari.
Rombongan meninjau secara langsung produk-produk UMKM dan IKM Kota Mojokerto yang ada di tiga lokasi tersebut. Di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Usra Hendra Harahap, berdialog dan memotivasi para pelaku UMKM dan IKM di Kota Mojokerto untuk ekspor ke negara-negara di Afrika.
Turut mendampingi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), Ani Wijaya, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Supriyadi Karima Syaiful.
“Produk UMKM dan IKM yang paling mungkin bisa masuk ke negara-negara di Afrika, namun kita harus main di pertimbangan harga. Mereka tau kalau buatan Indonesia, mereka sudah tidak tanya kualitas tapi harga. Di sini akan menjawab, karena di Mojokerto dari hulu sampai hilir sudah bisa menciptakan produk di sini,” katanya, Senin (14/4/2025).
Sehingga ia memberikan solusi agar para pelaku UMKM dan IKM di Kota Mojokerto bisa bersaing di harga, sehingga produk-produk UMKM dan IKM di Kota Mojokerto bisa masuk ke negara-negara di Afrika. Menurutnya, produk-produk yang bisa masuk ke negara-negara di Afrika seperti sepatu, baju dan pangan.
“Sandang dan pangan, itu yang sangat mendominasi di sana. Produk makanan di sini juga saya lihat ada kreativitas, ada kripik dari ceker ayam, dari buah dan lain sebagainya. Itu sangat menarik di situ. Kita ingin yang ada di sini di pamerkan di sana. Tentunya melalui tempat, yang kita namakan ‘Mojokerto House’,” ujarnya.
Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya berharap dengan kegiatan tersebut Kota Mojokerto bisa mengekspor produk-produk dari pelaku UMKM dan IKM Kota Mojokerto ke negara-negara di Afrika.
“Pertemuan ini akan ditindaklanjuti jika dibutuhkan sehingga tahun 2025 kita bisa ekspor,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan, jika Kota Mojokerto membutuhkan support untuk memasarkan produk-produk UMKM dan IKM.
“Saya menjabat dua periode menjabat, 50 persen sudah jalan. Sekarang tinggal 50 persen, semua sudah ada narasi dan lain-lain tapi memang promosinya tidak bisa kita lakukan sendiri, kita butuh support,” tegasnya. [adv]