Pariwisata Jadi Mesin Baru Ekonomi Kota Mojokerto

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat Sarasehan Pengembangan Pariwisata di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.

Berhari.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus memacu sektor pariwisata sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya ini dinilai strategis di tengah keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki kota tersebut.

Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan, penguatan sektor pariwisata menjadi salah satu langkah percepatan ekonomi yang kini mulai menunjukkan hasil. Setelah sempat melambat pada 2023 di angka 2,79 persen, pertumbuhan ekonomi Mojokerto kini kembali stabil di kisaran 5,3 persen.

“Ini sudah masuk kategori normal, tapi kami ingin dorong lebih cepat lagi melalui sektor pariwisata dan investasi,” ujar Ning Ita, saat Sarasehan Pengembangan Pariwisata di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Senin (16/3).

Menurutnya, pariwisata tidak berdiri sendiri. Sektor ini memiliki efek domino yang luas, mulai dari UMKM, industri kreatif, hingga perhotelan dan transportasi. Dari sekitar 29 ribu UMKM yang ada, lebih dari separuhnya bergerak di bidang kuliner, sektor yang sangat erat kaitannya dengan aktivitas wisata.

Data terbaru pemerintah daerah juga memperlihatkan tren menggembirakan. Jumlah wisatawan meningkat, tingkat hunian hotel naik, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata ikut terdongkrak.

“Kalau dikelola optimal, potensinya besar sekali. Semua indikator menunjukkan arah positif,” tambahnya.

Ke depan, Pemkot Mojokerto menyiapkan berbagai terobosan, salah satunya program One OPD One Event. Program ini diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak event menarik, mendatangkan wisatawan, sekaligus membuka peluang investasi baru.

Dengan strategi tersebut, pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar menjadi penggerak utama ekonomi Kota Mojokerto secara berkelanjutan.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT