Berhari.com – Konvoi sekelompok pemuda dibubarkan polisi di jalan Raya Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Minggu (8/9) dininahi. Sabanyak 17 pemuda yang diduga anggota perguruan silat Pagar Nusa, diamankan dalam aksi tersebut.
Para peserat konvoi ini sebelumnya mengikuti kegiatan pengukuhan anggora di Ponpes Ismul Hag, Desa Gabangsari, Kecamatan Jatirejo. setelah acara selesai, terdapat peserta yang bergerak berkelompok dan pulang mengendarai sepeda motor menuju Gondang.
Sesampainya di Desa Pugeran, rombongan yang berkonvoi menutup sebagian lajur jalan. Karena merasa terganggu, warga lalu melaporkan kondisi tersebut kepada polisi.
Mendapat laporan, Kapolsek Gondang AKP Ryando Ervandes Lubis memimpin anggotanya menuju lokasi. Petugas kemudian membubarkan rombongan tersebut dan mengamankan 17 peserta untuk dilakukan pemeriksaan.
Tak hanya peserta, polisi juga mengamankan 20 sepeda motor, atribut perguruan dan sejumlah ponsel. Seluruh peserta konvoi yang diamankan, kemudian dibawa ke Mapolres Mojokerto.
Selain pemeriksaan identitas, Peserta juga mendapat pembinaan dari kepolisian. Sementara
peserta ang masih di bawah umur mendapat perlakuan khusus, dengan memanggil orang tuanya masing-masing.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan pentingnya menjaga ketertiban. Ia meminta kegiatan perguruan silat tetap membawa dampak positif.
“Setiap kegiatan masyarakat harus tetap menghormati hak masyarakat lainnya. Kami mengedepankan langkah persuasif dan pembinaan,” ujar Andi.
Menurutnya, perguruan silat harus menjadi wadah pembentukan karakter, disiplin, persaudaraan, dan prestasi harus dikedepankan. Polisi juga meminta seluruh perguruan silat berkoordinasi. Koordinasi diperlukan sebelum kegiatan digelar.
“Jika ada tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, polisi akan mengambil langkah sesuai aturan,” tegasnya.
Polres Mojokerto memastikan pengamanan akan terus dilakukan secara preemtif dan preventif.
Dengan langkah tersebut, kegiatan perguruan silat diharapkan tetap berjalan, namun ketertiban dan keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas.