Warga Dlanggu Mojokerto Serbu Beras Gratis, 512 KPM Dapat 30 Kilogram

Penerima manfaat di Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kaupaten Mojokerto, membawa pulang 30 kilogram beras dari Program Bantuan Pangan.

Berhari.com – Ratusan warga Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, rela mengantre sejak Kamis pagi demi mendapatkan bantuan beras gratis dari program bantuan pangan pemerintah. Sebanyak 512 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat jatah 30 kilogram beras yang diperuntukkan bagi kebutuhan selama tiga bulan.

Antusiasme warga terlihat saat pembagian bantuan berlangsung di kantor Desa Dlanggu. Pemerintah menyalurkan beras tersebut, kepada KPM yang masuk dalam kategori desil satu hingga empat berdasarkan data penerima bantuan.

Bantuan sebanyak 30 kilogram beras itu merupakan jatah untuk periode Juli hingga September. Beras yang diterima warga tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan karena pemerintah memberikan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari.

Meski harus mengantre cukup lama, warga tetap antusias mengambil bantuan. Mereka mengaku terbantu karena keberadaan stok beras tersebut membuat uang yang biasanya digunakan membeli beras dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.

Salah satu penerima manfaat, Rubiati, mengaku bersyukur kembali mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. Ia memastikan beras tersebut akan digunakan untuk kebutuhan keluarganya dan tidak akan dijual.

“Mendapat tiga puluh kilo, bulan Juli sampai September, buat kebutuhan sehari-hari. Ini yang kedua, tidak boleh dijual karena untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Di tengah penyaluran bantuan, Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, meminta pemerintah tidak berhenti melakukan evaluasi terhadap data penerima bantuan pangan. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengatakan penetapan penerima bantuan mengacu pada hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk kategori desil satu hingga empat. Namun, ia menilai pemerintah masih perlu memperbaiki data karena kondisi masyarakat di lapangan terkadang tidak sesuai dengan kategori desil yang tercatat.

“Masalah ini sudah sesuai atau belum masih terus dievaluasi. Kita berharap perbaikan-perbaikan itu terus dilaksanakan, mengingat di lapangan yang sebenarnya kurang mampu harusnya masuk desil satu sampai empat, ternyata sudah masuk ke level lebih tinggi,” jelasnya.

Ia mencontohkan adanya warga yang kondisi ekonominya dinilai kurang mampu tetapi justru tercatat dalam desil yang lebih tinggi. Kondisi rumah layak huni dan berbagai indikator kesejahteraan, menurutnya, perlu menjadi bagian dari evaluasi agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mencatat 161.825 keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan pangan berupa beras. Untuk program tersebut, sebanyak 4.857 ton beras Bulog disiapkan bagi para penerima bantuan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Penyaluran bantuan beras diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah kebutuhan pangan yang terus berjalan. Pemerintah juga didorong memperbarui data penerima secara berkala agar keluarga yang benar-benar membutuhkan tetap mendapatkan hak bantuan secara tepat sasaran.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT