Belum surut, Warga Terdampak Banjir di Mojokerto Mengungsi

Belum surut, warga yang rumahnya terendam banjir di Dusun Jotangan, Desa Gembongan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, mengungsi, Jumat (10/02/23). Foto Okrik-berhari.com

Berhari.com – Banjir yang mengenangi pemukiman warga di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, hingga Jumat sore 10 Febrauri 2023, belum juga surut.

Bahkan ketinggian air banjir yang terus bertambah, memaksa sebagian warga yang rumahnya terendam banjir mulai mengungsi ke tempat yang aman.

Mereka meninggalkan rumah berserta perabotnya ke tempat keluarga. Karena jika terus bertahan di rumah, mereka tidak bisa beraktivitas.

Saiful (35) mengatakan, ia terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya di Kecamatan Prambon untuk tiga hari ke depan. Dan akan kembali saat air banjir surut.

“Mengungsi bersama anak-anak, kan disini tidak bisa beraktivitas. Kasihan anak-anak. Hanya membawa pakaian saja, nanti sore balek lagi untuk melihat rumah,” ujarnya.

Menurutnya, banjir yang terjadi pertama kalinya di musim hujan tahun ini disebabkan jebolnya tanggul Sungai Tambakagung. Debit air sungai meningkat, usai guyuran hujan sejak Kamis sore hingga malam.

“Sungai yang tak mampu menampung debit air hujan, akibatnya tanggul jebol. Sehingga airnya meluber ke pemukiman,” terangnya.

Meski ada yang mengungsi, namun sebagian warga mimilih bertahan di rumah. Mereka berharap air banjir segera surut, sehingga aktivitasnya kembali normal.

Hingga saat ini warga terdampak banjir belum mendapatkan bantuan. Rencananya Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, baru akan mendirikan dapur umum pada Jumat sore.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT