Berjalan di Tengah Perlintasan, Pengamen di Kota Mojokerto Tewas Tertabrak KA Rapi Dhoho

Polisi dan relawan, saat mengevakuasi jenazah pengamen usai tertabrak KA Rapi Dhoho, Minggu (31/03). Foto Ris

Berhari.com – Seorang pengamen, tewas, usai tertabrak KA Rapi Dhoho, di perlintasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Minggu (31/03) malam. Tubuh korban terseret belasan meter hingga hancur.  

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban hendak pulang ke rumahnya di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, dengan berjalan di tengah perlintasan.

Disaat bersamaan, melaju kencang KA Rapi Dhoho jurusan Surabaya-Blitar. Diduga korban tak menyadari adanya kereta yang akan melintas, meski warga telah meneriaki dan masinis kereta membunyikan klakson.

“Tadi itu orangnya menyeberang, tapi tidak tahu dari arah belakang ada kereta. Ya, akhirnya tertabrak,” ujar Risky Risdianto (25), petugas PAM Stasiun Mojokerto di lokasi.

Menurutnya, kondisi korban sangat mengenaskan dan sudah meninggal dunia saat ia datang ke lokasi bersama sejumlah petugas PAM Stasiun Mojokerto lainnya. Selain gitar, di sekitar tubuh korban juga ditemukan uang hasil mengamen.

“Tadi saya ke sini, sudah banyak warga untuk melihat kondisi korban. Kalau korban sudah meninggal dunia,” terangnya.

Polisi yang mendapat informasi kejadian tersebut, mendatangi lokasi dan langsung melakukan olah TKP. Selain masih menyelidiki peristiwa ini, guna kepentingan visum, jenazah korban dibawa ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT