Berhari.com – Memasuki pekan kedua Ramadan, jasa penukaran uang baru membanjiri sejumlah jalan protokol di Kota Mojokerto. Salah satunya di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan perkantoran Pemkab Mojokerto.
Terdapat 40 penjual jasa penukaran uang baru yang berjajar di sepanjang jalan protokol tersebut. Empat pecahan uang kertas baru, mulai 2 ribu rupiah hingga 20 ribu rupiah ditawarkan.
Meski tak ada pembatasan, namun belum banyak jumlah uang baru yang dikeluarkan oleh penjual jasa. Bahkan di antara penjual jasa penukaran uang baru yang tak laku, padahal buka seharian.
“Pas kebetulan lewat sini, saya berhenti untuk menukarkan uang. Cuma 100 ribu saja, saya tukar dengan pecahan 5 ribu rupiah,” kata Wawan, salah seorang pengendara motor.
Salah satu penjual jasa penukaran uang baru, Ana, mengatakan, jika ia baru buka tiga hari lalu. Dan pada hari ini, Kamis 06 April 2023, baru mengeluarkan uang baru 200 ribu rupiah.
“Masih sepi, belum banyak warga yang menukar uang mereka dengan uang baru. Ya, mungkin lebaran masih lama,” ujarnya.
Menurut Ana, digelontorkannya uang baru oleh Bank Indonesia menjadi salah satu penyebab sepinya peminat uang baru menjelang lebaran tahun ini.
Selain itu, kondisi ekonomi warga yang belum pulih pasca pandemi Covid-19. Sehingga warga tidak memprioritaskan untuk memiliki pecahan uang baru.
“Biasanya kalau menjelang lebaran, pecahan uang kertas lima ribu rupiah yang paling banyak diminati warga. Ya, untuk diberikan ke anak kecil sebagai uang saku lebaran,” terangnya.
Para penjual jasa penukaran uang baru ini membanderol per 100 ribu rupiah uang baru dengan 110 ribu rupiah. Rencananya mereka akan buka hingga malam takbiran.