Berhari.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat pengawasan terhadap industri hasil tembakau guna menciptakan tata kelola usaha yang tertib dan sesuai regulasi. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat meninjau pengawasan mesin pelinting sigaret di PT Rajawali Sumber Rejeki, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Senin (29/6).
Dalam kegiatan Pengawasan Kepemilikan dan Penggunaan Mesin Pelinting Sigaret Semester I Tahun 2026, Bupati yang akrab disapa Gus Bupati mengimbau seluruh pelaku industri hasil tembakau agar mematuhi aturan yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci terciptanya iklim usaha yang sehat sekaligus mencegah peredaran rokok ilegal.
“Melalui pengawasan ini, kami berharap seluruh industri sigaret menjaga integritas dalam proses produksi, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta terus meningkatkan produktivitas usahanya,” ujar Gus Bupati.
Ia juga mengungkapkan, penerimaan cukai hasil tembakau dari Kabupaten Mojokerto pada 2025 mencapai lebih dari Rp2,5 triliun. Sementara pada 2026, target penerimaan ditingkatkan menjadi sekitar Rp2,7 triliun.
Menurutnya, penerimaan cukai tersebut tidak hanya dinikmati Kabupaten Mojokerto, melainkan dibagikan kepada daerah lain sesuai ketentuan pemerintah. Sementara Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dialokasikan untuk tiga sektor utama, yakni 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 40 persen untuk bidang kesehatan, dan 10 persen untuk penegakan hukum.
Usai melakukan pengawasan, Gus Bupati meninjau proses produksi hingga pengemasan rokok di PT Rajawali Sumber Rejeki. Ia juga mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam mendukung penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau.
Selain itu, Pemkab Mojokerto menyambut baik rencana pengembangan produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) di perusahaan tersebut. Menurut Gus Bupati, ekspansi SKT akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan karena mengandalkan sistem padat karya.
“Kami mendukung pengembangan SKT karena mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto Noerhono, Direktur PT Rajawali Sumber Rejeki, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Forkopimca Bangsal, serta Kepala Desa Mojotamping.